✋🔞⚠️🔞✋
Soodam pun bangkit dan kini ia mendorong Jaemin hingga mereka berganti posisi, Soodam duduk di antara perut dan kepemilikan Jaemin.
Soodam mengangkat rok mini yang ia kenakan, hingga terlihat jelas kalau ia hanya memakai celana dalam. Jari tangan Jaemin ia raih dan meletakannya pada paha mulus miliknya, memaksanya agar ia mengelus. Tak sampai disitu, ia pun mengesek-gesekan pantatnya dibagian area intim Jaemin.
"B-beb" tahan Jaemin.
"Tenang Jaeminku sayang, tenang" Soodam selalu punya cara agar Jaemin tidak panik, ia tahu kekasihnya itu sangat hati-hati.
Jaemin tahu batasan dalam berpacaran, ia tidak mau seceroboh itu. Terlebih ia anak tunggal dan namanya tidak boleh sampai rusak hanya karena nafsu. Memegang dan mengisap gundukan saja sudah terasa dosa-dosa masuk kedalam catatan hitamnya.
Jaemin mencegah Soodam saat kekasihnya itu hendak menarik resleting celana, bukan dirinya tak percaya diri, tapi ia rasa ini berlebihan. Lagi-lagi bisikan Soodam seakan membuat Jaemin terhipnostis. Perlahan ia membuka sabuk dan membuka kancing jeans, lalu menarik resleting.
Masih dalam balutan celana lainnya, juniornya kini telah mengembung. Mengelusnya pelan sampai akhirnya ia mengeluarkan benda panjang yang sedari tadi bersembunyi.
Soodam tersenyum saat anak junior milik Jaemin sudah mengacung, "Tenang by, aku cuma megang aja. Bolehkan?" Ucap Soodam mengoda.
Jaemin hanya terpaku dengan kelakuan Soodam yang ia kira cewek polos dan anggun, ia tidak pernah membayangkan hal seperti ini akan terjadi.
"Kalau aku pegang gapapa kan?" Tanya Soodam sekali lagi.
"T-ta-tapi Beb..."
Telunjuk ia arahkan pada bibir Jaemin, "Tenang, malam ini aku yang memimpin" bisiknya.
Dirasa tubuh kekasihnya itu gemetar, kecupan halus ia berikan pada Jaemin, untuk membuatnya sedikit lebih tenang.
Wajah Jaemin kini ditindih oleh kedua gundukan milik Soodam, lembut dan kenyal pikir Jaemin sesaat.
"Ayo baby" Soodam menyodorkan choco chipsnya kearah mulut Jaemin, agar remaja 15 tahun ini mengisapnya kembali.
"Good boy" Soodam mengelus rambut Jaemin yang mulai basah akan keringat.
Tangannya kini menyusuri bagian bawah, mengenggam batang tersebut yang panjangnya entah seberapa Soodam tidak mengukurnya.
"Punyamu besar loh Beb, pasti nanti bakal nambah besar dan panjang lagi" kata Soodam yang berhasil membuat Jaemin malu setengah mati.
Jantung Jaemin berdetak lebih cepat, hawa panas kini menjalar di sekujur tubuhnya. Ia hanya berharap juniornya kembali tertidur, karena jika kelamaan berdiri Jaemin tidak yakin ia bisa menahan nafsunya.
Soodam menarik dan melepas celana jeans Jaemin hingga ia setengah telanjang, si pemilik hanya bisa menutup wajahnya dengan lengan, ini seperti mimpi basah versi nyata.
"Beb hujan dah reda" kata Jaemin berusaha mengalihkan kekasihnya.
Soodam pura-pura tak mendengar, enak saja dikala situasi seperti ini dihentikan, tak akan pernah Soodam kabulkan, malam ini Jaemin miliknya.
"Kamu tahu oral sex kan?" Tanya Soodam.
Si marga Na menggeleng, ia pura-pura tak mengerti.
"Oh, berarti kamu masih pemula by..."
"...Sini biar aku praktekan"
"Beb" Jaemin menghentikan Soodam yang kini membuka paha kekasihnya.
"Gapapa, kamu diem aja ya sayang"

KAMU SEDANG MEMBACA
Believe ME ! [END]
FanfictionNote: RENJUN HAREM AREA "Gue ga butuh pembelaan, gue cuma butuh keadilan" *** "Gue masih normal suka sama cewek, tapi yang ngedeketin gue kenapa cowok semua !!!" ⚠️CAUTION⚠️ WAJIB baca slide pertama terlebih dahulu⚠️ No salty❌ Jangan bawa ke RL❌ Di...