——📌——
-could you guys gimme some comments so I do know exactly where my mistakes are? And I'm beyond grateful if you guys did that-
"Kau bilang setelah makan siang."
Inspektur Park mengerucutkan bibir, berkacak pinggang, dan bersedekap. Tatapannya melayang penuh gunjingan kepada seorang Tim Forensik yang tengah menggaruk tengkuknya dengan canggung.
"Apa jam makan siangmu itu jam enam sore, Hyunjeong-ah?" sindirnya lagi.
Tim Forensik itu—Min Hyunjeong—hanya mengulas senyum hambar seraya memberikan amplop cokelat kepada sang Inspektur. "Anda meminta kami untuk memberikan hasil yang sangat jelas. Dan itu memerlukan waktu yang cukup lama, Inspektur. Lukisan itu adalah lukisan milik Keluarga Besar Na. Kita tidak boleh asal sampai merusaknya. Heol, bahkan kita tidak boleh menyitanya sebagai barang bukti tanpa surat perintah resmi dari awal!"
Inspektur Park mendesis sebal. "Jadi? Hasilnya? Sesuai dengan dugaanku?"
"Uh... Anda bisa melihatnya sendiri, Inspektur. Saya sudah mencetaknya dengan resolusi yang paling tepat."
"Great!" Inspektur Park lekas membuka amplop berisikan foto hasil scan lukisan keluarga Na. Ditelitinya sejenak lalu senyumnya terulas penuh kemenangan.
"Hyunjeong-ah..." panggilnya seraya menepuk bahu Tuan Min.
"Y-ya, Inspektur?"
"Ku traktir minum! Dengan sundae? Gopchang? Hanwoo? Apa saja boleh!"
Tuan Min menggeleng pelan; menolak sopan. "Saya harus segera pulang, Inspektur. Istri saya sudah menunggu di rumah."
Inspektur Park memasang ekspresi memelas yang sangat menyebalkan—kalau kata Detektif Jang. "Hng... baiklah. Sampaikan salamku kepada Istrimu. Dan ingatkan aku untuk membelikan hadiah yang paling bagus untuk anakmu nanti."
"Ya, Inspektur. Terima kasih banyak. Saya permisi dulu kalau begitu."
Dengan ini, Inspektur Park memandangi kepergian Tuan Min sampai ia menghilang di persimpangan lorong Divisi I. Di genggamannya terdapat foto hasil scan yang belum dimasukkannya kembali ke dalam amplop.
"Jadi? Sudah dapat hasilnya, Inspektur?"
Ia berjengit, menoleh seketika dan mendapatkan Detektif Jang berdiri di belakangnya. "Oui! Jackpot!" Inspektur Park melambaikan hasil scan itu di udara. "Mau lihat?" tawarnya kemudian.
Ragu, tetapi Detektif Jang tetap mengambil foto hasil scan itu lalu mencermatinya dengan seksama.
"What the hell..."
"Hehehe..."
Di dalam foto hasil scan itu, Detektif Jang bisa dengan jelas melihat apa yang selama ini membuat sang Big Brother meributkan lukisan itu.
"Mereka... sangat identik." Jemari Detektif Jang menelusuri sosok yang tadinya tidak terlihat di dalam lukisan. "Oh my God..."
"Dan kau tahu, Jang?"
Detektif Jang menggumam sebagai jawaban, tidak menoleh pun memperhatikan.
"Keduanya bersekolah di Seoul Art High School." Inspektur Park menjeda, melangkah masuk ke dalam ruangan Divisi I, Detektif Jang menyusul tanpa disadarinya. "Bisa tebak apa jurusan yang mereka ambil?"
KAMU SEDANG MEMBACA
SOBER || MARKMIN
Random【ONGOING】 【BAHASA】 ❝ ᴡʜᴀᴛ ᴀ ᴘʟᴏᴛ ᴛᴡɪᔕᴛ ʏᴏᴜ ᴡᴇʀᴇ ❞ ╔═════▣ ⚠️️ ▣═════╗ 🇨🇦🇺🇹🇮🇴🇳🇸 ╚═════▣ ⚠️️ ▣═════╝ ⚠️ ᴛʜɪs ɪs ɴᴏᴛ ʏᴏᴜʀ ᴏʀᴅɪɴᴀʀʏ, ʟᴏᴠᴇʏ ᴅᴏᴠᴇʏ, ᴀɴᴅ ғʟᴜғғʏ sʜɪᴛ ʟᴏᴠᴇ sᴛᴏʀʏ‼️ 🔞 ɴᴏ, ɴᴏ, ɴᴏ, ғʀᴇᴀᴋɪɴ...
