Consuetudinis Magna Vis Est

1.2K 182 75
                                        





——📌——







Sudah hampir seminggu seisi ruangan Divisi Criminal Investigation dipayungi oleh awan mendung.


Raut wajah suram dan gumaman pelan sarat akan keluhan turut memeriahkan suasana. Dering telepon masuk yang biasanya terabaikan, kini dengan senantiasa diperhatikan. Karena itu adalah salah satu alasan bagi setiap petugas untuk bisa melarikan diri dari kesuraman dan ketegangan yang setiap detiknya semakin terasa menakutkan.


Semua itu berawal dari kedatangan sang Superintendent yang kembali berdebat sengit dengan sang Kepala Inspektur.


Saat itu, Superintendent Choi bersikeras, menuntut, agar Inspektur Park segera menyelesaikan kasus pembunuhan keluarga Na. Karena menurutnya, Inspektur Park terlalu santai dalam menangani kasus ini.


Para petugas lain yang kebetulan berada di sana saat kejadian, memilih untuk bungkam. Melihat bagaimana Superintendent Choi meninggikan suara dengan urat di lehernya berkedut nyata, maniknya membulat tegas dan jari telunjuknya menuding kasar pada sosok bawahannya. Bagi mereka, mengunci suara adalah ide, pilihan terbaik.


"Dua minggu! Aku memberikanmu waktu selama dua minggu!" ancam Superintendent Choi yang dibalas dengan sepasang manik yang berotasi malas.


"Maaf, apa saya boleh bertanya kenapa Anda berkesan terlalu mengutamakan kasus ini?" balas Inspektur Park, sang pemilik manik yang berotasi tadi.


Superintendent Choi mengusap wajahnya kasar. "Ini adalah kasus—"


"Dari kalangan konglongmerat dan orang berpengaruh?" potong Inspektur Park. "Tenang, Tuan Choi. Saya tidak santai, hanya saja terlihat seperti itu."


"Kau—"


"Slowburn."


Superintendent Choi terdiam, menatap sang bawahan dengan kedua tangan yang terkepal erat.


"Saya lebih suka dan terbiasa seperti itu," ucap Inspektur Park, "apa Anda tahu artinya apa?"


"Aku tidak peduli!"


"Perlahan, tapi pasti. Bertahap dan jeli. Dan lebih menyakitkan bagi tersangka yang sedang bersembunyi. Tentu saja saya peduli, karena cara itu, membuat mereka menggigil ketakutan dan mungkin sedikit memberikan mereka waktu untuk bisa bernafas lega sebelum merasa sesak di dalam penjara."


"Persetan dengan segala penjelasanmu! Yang aku tahu kau sedang membuang-buang waktu dan sama sekali tidak berminat untuk menyelesaikan kasus ini, Inpektur! Dan ini, adalah contoh dari kebiasaan buruk yang merusak citra Polisi di mata masyarakat!"


Inspektur Park menyunggingkan senyumnya; sinis dan dingin. "Superintendent Choi yang terhormat, jika anda tidak tahu apa-apa tentang apa itu slowburn..."


"... jangan pernah sok tahu ataupun menyimpulkan dengan pengetahuan Anda yang minim."


Dengan ini, meledaklah amarah Superintendent Choi. Yang mengakibatkan Inspektur Park mendapatkan skorsing selama tiga hari dan membuat Detektif Yoon bekerja lebih ekstra.









——📌——







Jika di gedung kepolisian pusat Seoul sedang dirundung suram, maka berbeda dengan situasi di mana Jaemin sekarang sedang menata delicacies yang baru saja matang ke dalam etalase.


SOBER || MARKMINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang