——📌——
Jeonju-si, 7 tahun yang lalu.
Angin musim gugur mengacak-acak rambut Nyonya Besar Na dan membuat pipinya merona. Kehangatan yang tertiup angin sejak seminggu lalu telah menguap ke langit dan juga meresap ke bumi.
Angin hangat itu memberi kehidupan pada rerumputan panjang di sisi jalan, yang masih menguning karena matahari bulan September yang tinggi. Untaiannya menari riang dari waktu ke waktu dengan hembusan yang dibawa oleh lalu lintas awan.
Dentingan merdu dari genta angin mengingatkan Nyonya Besar Na akan ladang gandum dan juga padang rumput; landscape indah dari ingatan sewaktu masa kecilnya di Upstate New York.
Kursi goyang yang didudukinya membuat irama yang tidak kalah menenangkan. Secangkir teh hijau hangat beserta setoples biskuit mentega membuat sore ini berperona lebih jingga dari biasanya.
Kenikmatan melepas sore di beranda samping itu terusik oleh derap langkah; tidak terburu, mungkin sedikit panik.
"Nyonya Besar, sudah waktunya Anda untuk kembali ke dalam."
Nyonya Besar Na melirik Nyonya Kim, sang koki kesayangannya itu dengan senyum yang terulas tipis.
"Apa mereka sudah kembali?" tanyanya.
Nyonya Kim mengangguk. "Tuan Muda Minjae sudah lebih dulu kembali. Sementara Tuan Muda Jaemin sepertinya akan pulang malam lagi."
"Hm, zaman sekarang sekolah itu memakan waktu seharian, benar, Nyonya Kim?"
"Saya tidak terlalu paham, Nyonya. Tetapi sepertinya Tuan Muda Jaemin pergi ke akademi."
"Sendirian?"
"Sepertinya begitu, Nyonya Besar."
Nyonya Besar Na menghentikan ayunan kursi goyangnya seraya menyibak selimut. Kemudian ia meraih selembar foto yang terselip di bawah saucer.
Ia memandangi foto itu sejenak sebelum menunjukkannya kepada Nyonya Kim. "Mereka sangat menggemaskan, bukan?" Ia tertawa kecil, menuding foto dua puncak kepala anak-anak itu.
Nyonya Kim memaksakan senyumnya. "Itu foto kedua Tuan Muda, Nyonya?" tanyanya kebingungan.
"Ya," jawab Nyonya Besar Na, melambaikan tangannya kepada Nyonya Kim. "Ini Minjae," tunjuknya pada anak yang berada di sebelah kiri. "Ini Jaemin." Ia menuding yang satunya.
Dahi Nyonya Kim berkerut. "Bagaimana Nyonya bisa tahu?"
"Ah..." Nyonya Besar Na kembali tertawa. "Han Byeol yang mengatakan rahasianya kepadaku. Dia juga menuliskannya agar aku tidak lupa."
Setelah Nyonya Kim mencermati lebih lanjut, memang benar apa kata Nyonya Besar Na, di foto itu ada tulisan tangan di dekat masing-masing kepala.
KAMU SEDANG MEMBACA
SOBER || MARKMIN
De Todo【ONGOING】 【BAHASA】 ❝ ᴡʜᴀᴛ ᴀ ᴘʟᴏᴛ ᴛᴡɪᔕᴛ ʏᴏᴜ ᴡᴇʀᴇ ❞ ╔═════▣ ⚠️️ ▣═════╗ 🇨🇦🇺🇹🇮🇴🇳🇸 ╚═════▣ ⚠️️ ▣═════╝ ⚠️ ᴛʜɪs ɪs ɴᴏᴛ ʏᴏᴜʀ ᴏʀᴅɪɴᴀʀʏ, ʟᴏᴠᴇʏ ᴅᴏᴠᴇʏ, ᴀɴᴅ ғʟᴜғғʏ sʜɪᴛ ʟᴏᴠᴇ sᴛᴏʀʏ‼️ 🔞 ɴᴏ, ɴᴏ, ɴᴏ, ғʀᴇᴀᴋɪɴ...
