De Hoc Multi Multa, Omnes Aliquid, Nemo Satis

938 97 88
                                        




——📌——
(Thank you for keep staying
in our journey until now)









"Syndrome lima."


Surai hitam panjang bergerak seiring gelengan kepala, decakan tidak sepaham menyusul kemudian.


"Syndrome lima, Seungyeon-ah."


"Nope. Ini jelas folie à deux." Detektif Jang bersedekap, menatap tekan kerjanya yang sedari tadi mengajaknya berdebat dengan cermat. "Kau tidak pernah mempelajarinya, Dowoon-ah?"


Detektif Yoon mendesis tidak suka. "Kalau ini memang folie à deux, lalu kenapa aku merasa sangat ane—"


"Karena kau sudah ketularan Inspektur, menjadi aneh."


"Dengar, folie à deux atau Stockholm syndrome memang banyak terjadi pada kasus gangguan berpasangan. Sampai-sampai kebanyakan orang menyimpulkan kalau semua gangguan kejiwaan yang terjadi adalah foliè a deux. Padahal, jelas ada syndrome lima yang sangat jarang sekali orang-orang tahu tentangnya."


Detektif Jang menyibak helaian surainya ke belakang. "Jadi, kau berpikir kalau Mark Lee jelas mempunyai simpati kepada Na Jaemin?"


Anggukan mantap menegaskan pertanyaan. "Ingat, mereka adalah sepasang kekasih. Dan kalau Mark Lee tidak memiliki syndrome lima, dengan profiles seperti itu, Na Jaemin mungkin sudah tidak lagi bernyawa."


"Hh... kasus ini bermula dari kita yang ribut mencari mayat Na Jaemin sampai kita meributkan gangguan kejiwaan apa yang sedang mereka alami." Detektif Jang menggeleng heran. "Kurasa, aku akan pensiun dini kalau terus menghadapi kasus seperti ini."


"Jika kau pensiun, kapan kau akan menikah? Katanya kau baru mau menikah kalau sudah menjadi Senior Inspekt—ya!"


Senyum sinis terulas di bibir berperona peach milik Detektif Jang, yang puas setelah mendaratkan jitakan mulus di kepala Detektif Yoon.


"Aku tidak mau meributkan tentang gangguan kejiwaan seseorang," gerutunya. "Lagipula, kenapa kau ke sini? Bukankah seharusnya kau masih di Donghae? Bagaimana dengan Eommeonim?"


Detektif Yoon meringis sambil mengusap kepalanya. "Eomma sudah ditemani oleh Jeno dan Sunwoo. Aku kembali ke Seoul karena menunggu balistic report dan juga hasil DNA." Ia menjeda, menatap ke sekeliling. "Err... apa Inspektur sudah selesai diceramahi, Seungyeon-ah?"


Kedua manik Detektif Jang bergulir menuju arlojinya. Ia mendesah panjang seraya menarik kursi. "Inspektur sudah berada di sana hampir dua jam... entah apa yang mereka lakukan kepadanya kali ini."


"Skorsing?"


"Hh... itu terlalu ringan."


"Mutasi?"


"Bukankah Inspektur selalu menantang para petinggi untuk memutasikannya?"


"Lalu? Copot jabatan?"


Detektif Jang menyalakan komputernya. "Mereka tidak bisa mencopot jabatan Inspektur begitu saja, Yoon Dowoon. Apalagi hanya karena melanggar yurisdiksi daer—"


"Kalian sedang bergosip tentangku?"


"Ommo!"


Pucuk jadi warita, ulam pun datang dengan tiba-tiba.


Sang Inspektur ternyata sudah berdiri—bersembunyi di balik salah satu cubicle—sedari tadi hanya untuk mendengarkan apa yang sedang anak buahnya gosipkan.


SOBER || MARKMINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang