——📌——
"Aku berangkat."
Jaemin mengangguk kecil, senyumnya terulas cantik dan tangannya melambai pada sosok tampan yang perlahan menghilang dari pandangan.
Hari ini adalah hari pertama Mark bekerja, setelah kemarin lusa ia mendapatkan diterima sebagai kurir dari sebuah perusahaan pengiriman kecil di kota.
Mark mengatakan kalau pekerjaannya cukup mudah dan ia cepat diterima karena mempunyai kendaraan sendiri. Dan ia juga menjabarkan berapa banyak upah yang diterimanya secara mingguan kepada Jaemin semalam.
"Ah..." Jaemin memejamkan kedua mata, menikmati semilir angin yang berkelana dari laut menuju daratan dengan sejuknya.
Matahari yang bersinar cerah, sarapan yang lezat, dan mengantar kepergian sang kekasih untuk memulai pekerjaannya; sepertinya hari ini akan menjadi hari yang baik. Sedikit banyak ia berharap kalau tidak akan ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi hari ini.
Setelah cukup merasakan nikmatnya suasana, Jaemin lekas kembali masuk ke dalam rumah dan bergegas merapikan rumah.
Sembari bersenandung kecil, jemarinya gesit menyabuni seluruh permukaan piring dan mangkuk kotor lalu membilasnya dengan seksama, seperti yang pernah diajarkan oleh salah satu pelayan di rumahnya dulu. Selesai dengan tumpukan piring kotor, Jaemin mengalihkan atensinya ke sekeliling rumah.
Sepi.
Tidak ada suara lain, selain kicauan burung dan angin yang sesekali menderu. Dan, oh, suara ombak; suara yang selalu berhasil membuatnya tenang dan mengukir senyum di wajahnya.
Dengan sunyi yang semakin merayapi, Jaemin akhirnya memutuskan untuk mencoba merapikan halaman depan dari rumput liar.
Terik matahari yang cukup menyengat dan tetesan peluh yang tercipta karenanya, sama sekali tidak menghentikan keseriusannya dalam hal mencabuti setiap jumput rumput hingga ke akarnya.
Bau tanah segar yang khas dan bunga-bunga liar yang kini terlihat lebih cantik adalah hadiah tersendiri untuk kerja kerasnya. Dan itu sudah lebih dari cukup.
"Rajin sekali."
Jaemin menoleh cepat ke arah sumber suara. Ia sudah sangat hafal siapa pemilik suara itu.
"Halmeoni!" sapanya riang.
Yang disapa tersenyum lebar seraya bergeser ke samping dan memunculkan sesosok pemuda tampan yang berdiri di belakangnya sedari tadi.
Dahi Jaemin berkerut. Maniknya memicing, melawan cahaya matahari yang sedikit banyak mencegah netranya untuk melihat dengan jelas siapa sosok yang sedang tersenyum tampan di sebelah Nyonya Yoon.
"Sini!" panggil Nyonya Yoon, melambaikan tangan.
Ragu, Jaemin melangkah mendekat lalu membungkuk sopan ketika berhadapan dengan pemuda tadi.
Nyonya Yoon menepuk bahu Jaemin pelan. "Ini, orang yang akan kukenalkan kepadamu. Dia adalah keponakan dari Kepala Desa. Dan anak ini bekerja di salah satu diskotek di kota."
"Club, Halmeoni," ralat pemuda tadi, meringis hambar.
Nyonya Yoon mendesis. "Bedanya apa?" Ia melirik sejenak pada Jaemin lalu tersenyum manis. "Ayo kenalan, dan kau harus menjawab apapun yang ditanyakan, oke?" pintanya pada pemuda tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
SOBER || MARKMIN
Rastgele【ONGOING】 【BAHASA】 ❝ ᴡʜᴀᴛ ᴀ ᴘʟᴏᴛ ᴛᴡɪᔕᴛ ʏᴏᴜ ᴡᴇʀᴇ ❞ ╔═════▣ ⚠️️ ▣═════╗ 🇨🇦🇺🇹🇮🇴🇳🇸 ╚═════▣ ⚠️️ ▣═════╝ ⚠️ ᴛʜɪs ɪs ɴᴏᴛ ʏᴏᴜʀ ᴏʀᴅɪɴᴀʀʏ, ʟᴏᴠᴇʏ ᴅᴏᴠᴇʏ, ᴀɴᴅ ғʟᴜғғʏ sʜɪᴛ ʟᴏᴠᴇ sᴛᴏʀʏ‼️ 🔞 ɴᴏ, ɴᴏ, ɴᴏ, ғʀᴇᴀᴋɪɴ...
