——📌——
Thank you so much for you who still here, waiting this book to update.
You guys rock!
"You ready, Babe?" Mark menyampirkan tasnya lalu memakai helmnya. "Still sleepy, I guess?" Ia membelai wajah Jaemin dengan lembut; menyapu poni yang menutupi dahinya ke belakang.
Jaemin mengangguk lambat, menguap kecil, lalu ia tersenyum manis. "Let's go," ucapnya setengah parau.
Dengan ini, setelah semalaman mereka camping; bermalam bersama alam, mereka kembali melanjutkan perjalanan.
Landscape demi landscape yang mereka lewati saat ini seperti sangkar nada yang sudah diisi oleh beragam not yang berupa megahnya pemandangan dunia.
Dari warna biru yang beresonansi di antara ombak yang saling berkejaran satu sama lainnya, dari air hingga udara yang diterangi matahari, dari bebatuan hitam hingga kerikil yang bersembunyi di balik hamparan pasir, dan dari aroma asin yang seolah memiliki panggilan untuk pulang ke rumah.
Well, Na Jaemin bisa lebih panjang lagi jika ia diminta untuk mendeskripsikan seperti apa pemandangan yang mengiringi di sepanjang perjalanannya bersama Mark pagi ini.
Di antara banyaknya hal yang bisa dia narasikan di dalam benaknya, hanya laut yang berhasil menguasai untaian kata di setiap paragrafnya.
Laut memang selalu membuatnya terpesona; kagum dengan hal yang terlalu indah untuk realita.
Mungkin karena laut lah yang memanjakan netranya sejak ia bisa melihat dunia.
Mungkin karena jauh di dalam kenangan dan hatinya, ada beberapa sketsa; gambaran tentang tangannya yang digenggam dengan erat, oleh seseorang yang memiliki wajah yang sama dengannya.
Atau mungkin karena selalu ada suara jenaka yang memanggil namanya dengan benar seiring deburan ombak dan kicauan burung camar di angkasa.
Ah, suara orang itu lagi...
Di sela rajutan kenangannya, ia melihat bagaimana Mark sesekali menggoyangkan kepalanya; membuat bunyi dari otot-otot lehernya yang cukup lirih terdengar dan sesekali ia juga menangkap kekasihnya itu mengibaskan tangannya; pegal atau kebas kemungkinannya.
"Love?" panggilnya.
Mark menggumam sebagai jawaban.
"Kita harus mencari tempat tidur yang layak untuk malam ini," usul Jaemin.
Laju motor melambat, Mark menoleh ke samping seraya membuka visor. "Hope we'll find one."
"Sudah sampai di mana kita?"
"Yeongdeok, mungkin." Mark kembali memusatkan atensinya kepada jalanan. "Kita sudah melewati perbatasan Uljin semalam," tambahnya kemudian.
Jaemin terdiam sesaat lalu mengeratkan dekapannya pada Mark. "Okay, hope we'll find one comfy bed for us tonight."
——📌——
Sementara itu, di Seoul Metropolitan Police Agency.
Dua orang Inspektur dan dua orang Detektif dari Violent Crimes Unit tengah mengerubungi Senior Inspektur mereka di ruangannya.
Salah satunya, Inspektur Hwang, tengah mengerutkan kening, melihat tumpukan berkas yang menumpuk di sisi kanan meja kerja sang Big Brother. "Hyeongnim? Apa yang bisa kami bantu?" tanyanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SOBER || MARKMIN
Acak【ONGOING】 【BAHASA】 ❝ ᴡʜᴀᴛ ᴀ ᴘʟᴏᴛ ᴛᴡɪᔕᴛ ʏᴏᴜ ᴡᴇʀᴇ ❞ ╔═════▣ ⚠️️ ▣═════╗ 🇨🇦🇺🇹🇮🇴🇳🇸 ╚═════▣ ⚠️️ ▣═════╝ ⚠️ ᴛʜɪs ɪs ɴᴏᴛ ʏᴏᴜʀ ᴏʀᴅɪɴᴀʀʏ, ʟᴏᴠᴇʏ ᴅᴏᴠᴇʏ, ᴀɴᴅ ғʟᴜғғʏ sʜɪᴛ ʟᴏᴠᴇ sᴛᴏʀʏ‼️ 🔞 ɴᴏ, ɴᴏ, ɴᴏ, ғʀᴇᴀᴋɪɴ...
