——📌——
Divisi Criminal Investigation masih terlihat sepi saat Inspektur Park melangkahkan kakinya ke dalam ruangannya.
Setelah menyalakan lampu meja, ia duduk bersandar di kursinya sambil menunggu komputernya meyala.
Tatapannya tertancap pada langit-langit putih pucat, kesepuluh jemarinya saling bertaut dan bertumpu di atas perut, bibirnya terus menggumam, tidak ada auman.
Setelah komputernya menyala dan sistemnya sudah bekerja, ia segera membuka induk berkas yang berisi tentang kasus-kasus yang masih belum ditutup.
"Pembunuhan seorang gadis di Insa-dong..." Ia membaca kasus yang paling terbaru. "Tiga tusukan di dada, waktu kejadian pukul satu malam, tidak ada saksi mata," tuturnya kemudian.
Setelah selesai membaca kasus pertama dan membiarkannya untuk diselesaikan oleh Detektif Kang dan Detektif Lim, ia pun beralih pada berkas yang berisi dua kasus yang menjadi pekerjaan utamanya.
"Na Jaemin, Na Minjae, Jang Yonghon..." gumamnya. "Yoon Areum..."
"Ah, Anda sudah datang," sapa Detektif Jang yang tetiba membuka pintu tanpa repot mengetuk. "Kopi?" tawarnya.
Inspektur Park menggeleng. "Aku sudah minum kopi di jalan tadi."
"Sarapan?"
"Tuna puff."
Detektif Jang menggeleng heran. "Seharusnya Anda makan nasi." Ia menghentikan sarannya seraya memeriksa ekspresi Inspektur Park. "Anda sedang membaca kasus kebakaran itu lagi?" tanyanya seraya menyeret kursi dan duduk di sebelah sang Big Brother. "Kurasa catatan deduksiku dan Dowoon hampir sama dengan deduksi Anda, Inspektur." Ia melirik map berisi lembaran catatannya yang terbuka di meja.
"Menurutmu, siapa yang bersama Areum, Detektif Jang?" tanya Inspektur Park.
Detektif Jang terdiam sejenak lalu menunjuk nama yang terdapat di dalam catatannya. "Na Minjae," jawabnya.
"Jadi, kau berpikir kalau yang meninggal saat kebakaran itu adalah Yonghoon?"
"Ya."
"Alasannya?"
"Jelas kalau Tuan Besar Na menolak autopsi kedua korban. Saya berpikir kalau itu untuk menutupi kebenaran kalau mereka bertukar tempat," tutur Detektif Jang. "Beliau bersikeras kalau Minjae meninggal dalam kecelakaan mobil, tetapi di waktu yang berbeda dari kecelakaan Areum, bukan? Saya rasa itu hanya skenario," tambahnya kemudian.
Inspektur Park melayangkan tatapannya keluar, di mana situasi sudah mulai ramai dan sosok soulmate-nya; Detektif Yoon, juga sudah datang.
"Jadi, kau berpikir kalau Yonghoon mempunyai hubungan dengan Keluarga Na, Jang Seungyeon?" tanyanya.
Detektif Jang mengangguk. "Terlalu aneh jika seorang anak yatim piatu bisa belajar di akademi mahal." Ia menjeda, membalik halaman catatannya. "Anda juga menemukan easel dengan grafir bertuliskan Jang di kamar itu, bukan?" lanjutnya.
"Inspektur, bukankah Anda yang datang ke morgue untuk membenarkan kalau itu adalah Areum? Apa Anda tidak memeriksa korban yang satunya?" Detektif Jang menatap sang Big Brother dengan seksama; menanti jawaban yang sepertinya sulit dikeluarkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
SOBER || MARKMIN
Random【ONGOING】 【BAHASA】 ❝ ᴡʜᴀᴛ ᴀ ᴘʟᴏᴛ ᴛᴡɪᔕᴛ ʏᴏᴜ ᴡᴇʀᴇ ❞ ╔═════▣ ⚠️️ ▣═════╗ 🇨🇦🇺🇹🇮🇴🇳🇸 ╚═════▣ ⚠️️ ▣═════╝ ⚠️ ᴛʜɪs ɪs ɴᴏᴛ ʏᴏᴜʀ ᴏʀᴅɪɴᴀʀʏ, ʟᴏᴠᴇʏ ᴅᴏᴠᴇʏ, ᴀɴᴅ ғʟᴜғғʏ sʜɪᴛ ʟᴏᴠᴇ sᴛᴏʀʏ‼️ 🔞 ɴᴏ, ɴᴏ, ɴᴏ, ғʀᴇᴀᴋɪɴ...
