"Alzero Pratama Aditya" siapa yang tidak tau dengan nama itu, nama yang selalu di idamkan semua kaum Hawa, namun sikap nya yang dingin dan tidak tersentuh membuat semua orang takut dengan nya, berbeda dengan ketiga sahabatnya yang sangat mudah berbaur dengan siapa pun dan dikenal ramah.
suara motor yang menggemakan seluruh parkiran sekolah , Alzero atau yang sering dipanggil Zero dan ketiga teman nya selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu kedatangan nya apalagi kaum hawa yang selalu menanti kehadiran mereka.
"Yaaaa, ampun zeroooo ganteng banget sih !!!!!"
"Gue pengen banget jadi pacar nya zero, jangankan jadi pacarnya , jadi mama tirinya aja gue bakalan mau, kapan lagi punya anak tiri yang ganteng banget kayak pangeran arab!!"
"Zero tolong terima cinnta nya aku dong!!"
Berbeda dengan gadis yang baru saja datang dengan tas sandang merah dipunggung nya, Rachel Tamana Savira atau kerap disapa Rachel dan juga kedua teman nya Arumi dan Eriska atau kerap dikenal Caca.
"Mereka ngapain sih..!!,teriak teriak gitu kayak di pasar aja!!"
Ucapan Rachel membuat kedua sahabatnya tidak heran dengan sikap teman nya yang selalu tidak mementingkan sekitar.
"Ya ampun hel lo kayak baru masuk ke sekolah ini tau gak, ya jelas lah mereka teriak-teriak karena ngeliat pangeran Alzero mereka" tunjuk erika kearah kerumunan yang ada di parkiran .
"Ya tapi kan gak usah teriak juga kali, emang mereka ga risih apa ya, setiap hari dikerubungi kayak gitu!"
"Udeh deh hel, terserah mereka aja mending gak usah lo dengerin" balas Arumi sambil menepuk pundak kedua teman nya itu untuk masuk kedalam kelas.
" Yaudah yuk masuk,dari pada telat masuk pelajaran buk endang, auto kena geprek kita." Ucapan Eriska yang langsung disetujui oleh kedua temanya, keduanya langsung menuju ke dalam kelas.
Beda lagi dengan Zero dan juga teman-temannya yang malah belok ke arah berlawanan dengan kelas mereka, kemana lagi kalau bukan ke kantin sekolah.
"Oiii,langsung ke kantin yok, gue udah laper banget nih,mana tadi pagi pake acara pengen boker, jadi gak sempat sarapan!" Ucapan Bobi yang mendapatkan gelengan dari tema-teman nya, tidak heran lagi karena mereka semua sudah hafal dengan kelakuan semua teman-teman nya.
"Gue heran deh, sama cewek-cewek yang tiap hari nungguin kita dan juga teriak-teriak kayak gitu, emang tu tenggorokan mereka ga sakit apa?" menatap sekeliling jalan mendengar teriakan cewek-cewek yang meneriakan nama zero, namun cowok yang dipanggil malah acuh dan bersikap dunia dan seisinya ini damai.
"Zer lo gak mau nyapa mereka apa? Tiap hari mereka selalu kayak gitu pas lo datang"
"Males" seolah tidak peduli dengan sekitar dan justru cowok blasteran Arab itu malah sibuk dengan handphone yang ada ditangan nya, sesampai di kantin suasana tetap sama oleh teriakan cewek-cewek yang sangat menagungkan keempat cowok bak dewa Yunani itu.
" Wiiihhh,fans gue tuh...!!!"
Tunjuk Akmal dengan semangat yang membuat Iska dan Bobi geleng geleng kepala, beda halnya dengan zero yang langsung duduk dan masih sibuk dengan gadget yang sedari tadi ia pegang.
" Fans? fans, mana ada orang yang mau ngeidolakan lo, kan lo playboy cap kambing" saut Bobi yang membuat Akmal kesal sambil mencubit lengan Bobi yang yang berisi itu.
" Halahh, bilang aja lo iri kan, makanya yang diperbanyak itu cewek bukan lemak Bobob"
"Bagi gue cewek ga ada artinya, liat aja nih si Zero sama Iska wajah doang ganteng, tajir melintir, dompet tebel, tetap aja masih jomblo"
KAMU SEDANG MEMBACA
ALZERO (END)
FanfictieBagaimana jadinya jika kedua orang yang saling bertolak belakang, harus dijodohkan oleh orang tua mereka karena sebuah perjanjian konyol dari keduanya "ALZERO PRATAMA ADITYA " Cowok dingin yang harus menerima perjodohan karena perjanjian konyol or...
