ALZERO - KEBENARAN ✅

108K 6K 79
                                        

Sesudah acara pertemuan tadi disebuah restoran,sekarang Rachel harus berada didalam mobil berdua dengan zero, karena orang tua zero meminta nya untuk diantarkan pulang oleh zero,mau tidak mau dengan sangat terpaksa Rachel mengiyakan ucapan orang tuanya zero.

Disinilah mereka menuju jalan pulang tanpa ada sepatah kata pun yang keluar dari mereka berdua.

"Kok canggung banget ya?"(batin Rachel)

"Zer?"akhirnya dengan sangat terpaksa Rachel harus memulai pembicaraan agar tidak terasa canggung.

Sedangkan yang ditanya tidak membalas ucapan Rachel,yang membuat ia merasa jengkel dengan sifat cowok disampingnya itu.

"Lo dengar gue gak sih!"protes Rachel ke zero karena dirinya terasa tidak diacuhkan.

"Apa lo bisu..?

"Ooowh...,atau jangan jangan lo sakit gigi ya atau gak lo lagi radang tenggorokan"

"Jangan jangan, lo gak bisa ngomong lagi?"

"Aaaaaa,gue gak mau punya calon suami bisu.."Celotehan Rachel membuat zero menghela nafas karna sifat cerewet cewek disebelah nya ini.

"Berisik"jawab tegas dari zero yang langsung membungkam Rachel.

"Ya,habisnya lo gue tanya diam aja"

"Apa?"

"G-gue mau minta maaf soal yang kemarin dan yang tadi juga karena ngatain lo mesum"

"Hm"

"Gila nih cowok dingin banget,gue didekat dia aja hawa dingin nya mengalahkan dingin di kutub selatan,gimana gue mau nikah sama dia,masak iya gua harus ngomong sama bongkahan es sih tiap hari."(batin Rachel)

"Zer"tanya Rachel lagi dan langsung dibalas dengan tatapan dingin dari zero dengan menaikkan alisnya

"Lo,kenapa mau terima perjodohan ini,sedangkan kita gak saling kenal dan juga kita gak punya perasaan satu sama lain?"
Tanya Rachel ke zero,karena dengan mudahnya cowok itu setuju dengan perjodohan konyol orang tua mereka.

"Nyokap"

"Hah..?"

"Gua sayang nyokap" jelas zero dengan tegas ke Rachel,yang dianggukan oleh Rachel.

"Lo,gak ada pacar kan atau orang yang lo suka gitu..?"

Ucapan Rachel tadi sebenarnya membuat pikiran zero langsung memikirkan cinta pertamanya,yang belum bisa iya lupa kan,dan selalu menjadi kenangan terindah bagi zero, kehilangan cinta pertamanya membuat nya menjadi orang yang dingin kepada semua orang termasuk orang tuanya.bahkan iya lupa gimana caranya tersenyum.

"Gak"

"Owh,gitu tapi jangan gr ya lo, gue cuma memastikan aja,nanti gue dikira mau jadi perusak hubungan orang lagi."

Akhirnya mobil mewah milik zero memasuki pekarangan rumah keluarga tamana, sedangkan perempuan disampingnya masih enggan untuk turun.

"Turun"tegas zero yang membuat Rachel terkejut oleh suara zero.

"I-iya sabar dong ngegas amat"ucap Rachel sambil tergesa gesa untuk turun.

"Makasih,udah antar gue,besok gak usah lagi ya antar gue atau jemput gue, kalau nyokap lo nyuruh bilang aja Rachel nya udah pergi sendiri,okeyy"

"Gak akan"zero pun langsung meninggalkan Rachel begitu saja, rachel mulai merasa jengkel pasalnya cowok itu selalu bicara ketus dengan dirinya.

"COWOK ANEH Lo"teriak Rachel yang masih bisa didengar oleh zero,karena Rachel berteriak dengan sangat keras,yang membuat sebuah senyum terbit dibibir zero, walaupun sangat kecil tapi zero masih tidak menyadari bahwa ia tersenyum .

ALZERO (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang