Rachel kini tengah terduduk dengan pandangan kosong kearah telivisi yang memberitakan tentang kecelakaan pesawat yang ditumpangi oleh orang tua nya.
Sejak semalam Rachel menginap dirumah mertuanya Walaupun tadi pagi zero datang menjemput nya.namun ia tidak ingin bertemu dengannya sehingga terpaksa Nurul mengusir anaknya sendiri dan membiarkan Rachel untuk menenangkan dirinya dulu.
Nurul yang melihat kondisi Rachel yang seperti ini membuatnya tidak tega,bahkan menyuruh Rachel untuk makan pun langsung ditolak olehnya.
"Rachel udah nak,kamu makan dulu ya"ucap Nurul sambil memegang bahu Rachel yang masih duduk terdiam kearah televisi yang menyala.
"Rachel ngk lapar ma! Bunda sama ayah pasti belum makan juga kan ma"ucap Rachel sembari kembali menangis.
Nurul yang tidak tega pun langsung membawa Rachel ke pelukan nya.
"Bunda sama ayah kamu pasti sedih kalau kamu ngk makan sayang"ucap Nurul sambil berusaha menahan air matanya agar tidak ikut menangis.
"Kamu ngk mau kan bunda sama ayah sedih kalau anaknya ngk makan?"ucap Nurul dan digelengkan oleh Rachel.
"Kalau gitu kamu mau makan kan sayang,biar mama suapin"ucap Nurul berhasil membuat Rachel setuju,Nurul langsung mengambil piring yang sudah disediakan nya dan menyuapi Rachel dengan lembut sambil sesekali menghapus air mata Rachel yang kembali jatuh.
"Rachel udah kenyang ma"ucap Rachel sambil menolak sendok yang diarahkan kearah nya.
"Kamu baru makan setengah Loh hel"
"Rachel mau ke kamar dulu"Rachel langsung meninggalkan ruang tamu dan berjalan kearah kamar yang ada dilantai atas dengan tatapan kosong nya.
*****
Saat ini zero tengah berada di rooftop sekolah diikuti dengan teman temannya yang juga ikut nimbrung.
"Zer, keadaan Rachel gimana?"tanya iska ke zero yang masih di alam pikirnya entah apa yang cowok itu pikiran dan membuat teman temannya ikut bingung.
"Dia ngk mau ketemu gue"ucap Zero dingin,memang berita tentang orang tua Rachel yang terlibat kecelakaan pesawat membuat semua orang ikut berbelasungkawa termasuk teman temannya Rachel yang terkejut saat mendengar berita kepergian orang tua Rachel yang sangat dekat dengan mereka.
"Seharusnya lu ada disamping Rachel zer"ucap Bobi yang sedang memakan keripik nya.
"Gue udah coba,percuma"ucap Zero kembali dingin dan membuat semua orang kembali melihat zero yang dulu lagi,zero yang tidak tersentuh sebelum kehadiran Rachel.
"Ini waktunya zer,lu nunjukin kalau lu serius sama hubungan kalian,gue tau kok jawaban lu waktu acara ulang tahun Wulan"ucap iska serius.
"Lu ngk bisa ngehindar terus dari perasaan lu zer, bagaimana pun lu ngehindar,perasaan lu akan tetap sama lu,cuma bagaimana elu ungkapinnya"ucap iska panjang lebar dan membuat teman temannya tercengang dengan perkataan iska barusan yang terdengar puitis.
"Gue terharu sama ucapan iska barusan"bisik Akmal ke bobi
"Iya,baru kali ini gue denger dia ngomong puitis"jawab Bobi sambil mengunyah makanannya.
"Gue bingung"
"Bingung apa lagi, matahari lu sekarang ada didepan lu,tinggal lu ngejaga aja,jangan sampai tuh matahari pergi dan lu kembali jadi kutub"ucap iska serius sambil menatap kearah Zero dan melihat kearah pemandangan kota.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALZERO (END)
FanfictionBagaimana jadinya jika kedua orang yang saling bertolak belakang, harus dijodohkan oleh orang tua mereka karena sebuah perjanjian konyol dari keduanya "ALZERO PRATAMA ADITYA " Cowok dingin yang harus menerima perjodohan karena perjanjian konyol or...
