‼️ PART SUDAH TIDAK LENGKAP ‼️
Pre order: 14 Mei 2022 - 28 Mei 2022
SPIN OFF "BETWEEN LOVE AND LIES"
(Dapat dibaca terpisah)
Reagan terpaksa harus menikah dengan Sesil, gadis periang yang sama sekali tak dicintainya. Bukan rasa cinta yang tumbuh, me...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ternyata, cobaan yang dialami Sesil tak sampai di situ saja. Gadis itu masih harus menerima kenyataan bahwa Arumi mengalami lumpuh total, yang menyebabkan wanita itu sama sekali tak dapat menggerakkan anggota tubuhnya.
Sesil tak tahu lagi bagaimana harus merespon. Baru saja ia mendengar kabar bahwa operasi ibunya berhasil, ia harus kembali dihantam kenyataan bahwa Arumi tak lagi dapat melakukan aktivitasnya secara normal seperti dulu.
Tak ada lagi senyuman, tak ada lagi tawa, tak ada lagi suara merdu Arumi yang akan ia dengar. Arumi memang hidup, tapi sama sekali tak tampak hidup.
Suara ketukan sepatu Soraya sekali lagi membuat Sesil mendongak. Gadis itu harus kembali diperhadapkan dengan sorot mata tajam milik ibu tirinya itu.
"Sudah, kan? Tenang saja, semua perawatan mama kamu akan saya tanggung. Selama kamu mengikuti perintah saya, mama kamu akan baik-baik saja."
Sesil mengusap air matanya kasar. "Mama mau apa?"
Soraya berdecih. "Nanti saya beritahu. Sekarang, kamu ikut saya pulang."
Sesil menggeleng. "Sesil masih mau sama Mama Arumi di sini."
"Memang anak sialan! Baru saya bantu, sekarang kamu mau kabur gitu aja, hah? Dengar, ya, Sesil. Saya bisa bunuh mama kamu sekarang juga kalau saya mau. Itu yang kamu inginkan?" Soraya menggeram marah. Kalau saja mereka tidak sedang berada di tempat umum, pasti ia sudah menampar Sesil sejak tadi.
Sesil menggelengkan kepalanya.
Soraya mencengkram tangan Sesil kuat, lalu menyeret gadis itu keluar dari rumah sakit. Ia mendorong Sesil begitu kasar ke dalam mobil, lalu menyuruh sang supir untuk melajukan mobilnya setelah ia masuk.
Begitu sampai di rumah, Soraya kembali menyeret Sesil ke dalam rumah, membawa gadis itu ke kamar tamu yang berdebu. Ia menghempaskan tubuh Sesil begitu saja hingga tubuh ringkih gadis itu membentur lantai.
"Mulai sekarang, kamu tinggal di sini. Kamu adalah putri tunggal dari Andhika Adiputra dan Soraya yang tidak pernah diekspos. Paham?"
Sesil mengerutkan keningnya bingung. "Sesil bukan anak kandung Mama."
Detik itu juga, Sesil merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya. Soraya menjambak rambutnya begitu kuat, hingga rasanya rambut Sesil hampir terlepas dari kepalanya.
"Ma, sakit..." lirih Sesil. Gadis itu tak ingin menangis, namun air matanya seolah mengkhianati.
"Jangan membantah saya, Sesilia. Turuti saja apa yang saya bilang kalau mau Arumi selamat!"