"Dia siapa?" tanya Hoseok, pandangannya lurus ke depan tangannya pun sibuk mengendalikan stir mobil tapi nada bicaranya tidak luput dari kesan tegas.
Saat ini Yerin sudah berada di mobil Hoseok dan duduk tepat di sebelah Kakaknya, mereka dalam perjalanan menuju salah satu Mall terbesar di Jakarta. Hoseok mempergunakan kesempatan ini untuk mengintrogasi Yerin
"Pacar, temen kampus, temen satu jurusan juga," sahut Yerin tanpa melihat ke arah Kakak kandungnya itu, ia lebih memilih melihat pemandangan di luar jendela
"Udah berapa lama?" tanya Hoseok lagi dengan nada pelan namun tetap tegas
"Baru dua bulan,"
"Dia tinggal di mana? Tinggal sama keluarganya?"
"Dia tinggal di Tangsel, tinggal sama keluarganya. Keluarganya juga baik sama aku A liat nih Ibunya buatin aku dessert box, aku udah sering ke rumahnya dan ketemu keluarganya," balas Yerin, kini ia memberanikan diri melihat ke arah Kakaknya dan beradu argumen dengan Kakaknya, walaupun Kakaknya terlihat seperti tidak akan bisa dikalahkan
"Udah sering kerumahnya?!" Tekan Hoseok
"Iya maksudnya waktu ada kegiatan di rumahnya, kaya waktu dia ulang tahun, Ibunya masak banyak buat temen-temennya juga,"
"Keluarganya kerja apa?"
"Aa please gak usah sampai tanya kearah situ bisa gak sih, aku masih pacaran bukan nikah,"
"Sekarang Aa tanya, tujuan kamu pacaran apa?"
".... ya .... nikah .... kalau jodoh," ucap Yerin agak terbata
"Yaudah kita bahas ini nanti aja, sekarang kita seneng-seneng dulu oke. Katanya kangen sama Aa dan mau kencan sama Aa. Aa kaya lagi mergokin pacar Aa selingkuh. Bilangnya gak punya pacar, mau sendiri dulu, ternyata..."
"Maafin Yerin ya A, Yerin takut Aa misahin Yerin sama Wonu,"
"Tergantung pacar kamu bisa lulus tes ujian yang Aa kasih gak,"
"Aa please kali ini aja percaya sama Yerin," ucap Yerin, ia sepenuhnya memohon pada Hoseok "aku bukan lagi anak usia 10 tahun yang Aa kenal, aku juga bukan lagi gadis remaja yang baru mengenal cinta. Aku yang sekarang udah bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang ngga. Percaya sama aku, sama pilihan aku. Saat ini dia sumber kebahagiaan aku. So please support aku dan pilihanku A," Yerin masih berusaha meyakinkan Kakak laki-lakinya namun Yerin sejenak berpikir, Wonwoo pernah mempermainkan dan menjadikan Yerin sebagai pelarian walaupun sekarang Wonwoo sudah tobat, kalau Kak Hoseok tau pasti ia akan disuruh putus.
Sementara itu Hoseok lebih memilih diam dan jadi pendengar yang baik atas keluh-kesah Yerin. Nanti saat pikirannya sudah tenang, ia akan memutuskan harus bagaimana menyikapi adik kecilnya itu
****
Kini mereka sudah sampai di Central Park, awalnya ingin ke Mall Kota Kasablanka tapi terlalu jauh dan makan waktu jadi mereka memutuskan ke Mall yang lebih dekat dengan kosan Yerin yaitu di Central Park.
Setelah menemukan kado untuk Kak Naeun. Yerin dan Hoseok quality time dulu, maklum walaupun Kakaknya galak, tegas, posesif tapi Hoseok adalah sosok Kakak yang hangat dan sangat menyayangi adiknya itu. Hoseok bahkan membelikan Yerin banyak alat tulis lucu untuk kuliah dan magang.
Sudah 6 bulan Yerin tidak bertemu Kakaknya, banyak kerinduan yang ia rasakan kepada Kakaknya.
Pertama mereka membeli es krim yang biasa Yerin beli waktu Yerin kecil. Niatnya Yerin mau diet tapi karena ini yang beliin Kakaknya, dietnya ia ditunda dulu. Kapan lagi Yerin bisa dibeliin es krim sama Kakaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Campus Life || WonRin [Completed]
FanfictionKata mama jadi mahasiswa itu enak, tinggal dateng ke kampus, duduk, terus pulang atau main di mall, nongki-nongki ala anak muda. Pokoknya jadi mahasiswa kerjaannya cuma maen-maen aja. Bener gak sih? Yuk kita buktiin lewat perjalanan Yerin di kehidup...
![Campus Life || WonRin [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/245166817-64-k921560.jpg)