Jadilah pembaca yang bijak
Cerita ini hasil pemikiran saya sendiri bukan hasil novel terjemahan.
William Aderson adalah seorang CEO muda tampan dan kaya raya yang terkenal didunia gelapnya. William yang kejam dan egois penuh dengan obsesi lebih mem...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
HAPPY READING... - - - -
VOTE★!
Hari sudah mulai malam William sedang berhadapan dengan Daddy nya di ruang kerjanya.
"Apa yang akan kau lakukan dengan gadis itu?" Tanya Rio- daddynya kepada William sambil menuangkan segelas wine kedalam cangkir. Wiliam juga melakukan apa yang dilakukan Daddnya
"Aku akan membawanya ke Jerman"
"Keputusan ada ditangan mu, ingat dia masih muda. Kau akan menyekolahkannya?"
"Kalau dia mau. Setidaknya aku tidak menghancurkan masa mudanya, dan tidak menghalangi pendidikannya." Ucap William sambil meneguk wine yang ada ditamgannya
"Bagaimana jika ingatannya kembali?" Pertanyaan dari daddynya membuat dia terdiam
"Tidak akan"
"Kau yakin?" William mengangguk
"Pasti kau melakukan sesuatu" ucapan Rio membuat William tersenyum mengingat apa yang dia lakukan
Keheningan menyelimuti mereka berdua. Hingga tidak lama pintu itu terbuka menampilkan seorang pelayan yang masih muda disana.
"Maaf tuan, nona Clarisa sudah bangun."
"Panaskan makanan untuknya, Aku akan menemuinya" pelayan itu langsung keluar. William berdiri dari tempatnya dan keluar dari ruangan untuk menemui Griselia.
Saat William sampai diruangan itu dia melihat Griselia yang sedang memandangi langit malam di balkon kamarnya. Suara dorongan pintu yang dilakukan nya membuat Griselia berbalik dan melihat William yang sedang berdiri di tengah-tengah pintu.
"Clarisa, ayo aku akan menemanimu makan malam."
Griselia berjalan ke arah William dan menerima uluran tangan William yang dijulurkan kepadanya, mereka berjalan berdampingan kearah meja makan yang ada dilantai bawah.
Saat sudah dimeja makan para pelayan menghidangkan makanan yang sudah dipanaskan atas perintah William.
Saat Griselia ingin duduk dikursi yang ditarik pelayan untuknya, William menarik lengannya membuat Griselia duduk dipangkuan William. Griselia mengalah tidak ingin protes karena takut dibentak seperti di pesawat lagi.
William menyuap makanan pada Griselia seperti seorang ibu yang menyuap bayinya.
"Siap ini mandi, nanti aku akan menyuruh orang yang akan membantumu." Griselia mengganguk.
"William, mommy dimana?"tanya Griselia basa-basi
"Mungkin sudah tidur" Griselia mengangguk.
"William kau tidak makan?"
"Tadi aku sudah makan bersama mommy dan Daddy, aku ingin membangunkan mu tapi aku tidak tega membangunkanmu"
"Aku sudah kenyang William" William menatap tajam Griselia yang tidak menghabiskan makananya.