Jadilah pembaca yang bijak
Cerita ini hasil pemikiran saya sendiri bukan hasil novel terjemahan.
William Aderson adalah seorang CEO muda tampan dan kaya raya yang terkenal didunia gelapnya. William yang kejam dan egois penuh dengan obsesi lebih mem...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
HAPPY READING... - - - -
VOTE★!
Griselia sedang bersiap-siap untuk kuliah pembelajaran awal tahunnya. Hari ini Dia memasuki semester barunya.
Langkah Griselia membuka pintunya terhenti saat William memasuki kamarnya. Griselia menatap sinis William yang berada dihadapannya.
"Kau tidak perlu kuliah"
"APA" pekik Griselia yang tidak percaya dengan perkataan William.
"Pendengaran mu masih bagus bukan? Kau. Tidak . Perlu. Kuliah" jelas William dengan penuh penekanan.
"Aku akan menyuruh Alex untuk mencabut namamu dari universitas."
"Tidak. Sudah cukup kau tidak mengizinkanku untuk tidak bertemu keluargaku. Dan sekarang kau ingin menghentikan pendidikan ku?"
"Kau tidak perlu kuliah, aku akan menjadi suamimu yang mencukupi kebutuhan mu, dan kau akan menjadi istriku. Kau hanya perlu mengurus diriku dan anak-anak kita nanti. Jadi tidak ada gunanya kau kuliah. Hanya akan sia-sia nanti."
"Anak-anak? Cih, Aku bahkan tidak Sudi menikah dengan mu" ucap Griselia sambil berdecih, seketika membuat emosi william tersulut. Griselia yang menyadari perubahan wajah William membuat dirinya menjadi gugup, takut William melampiaskan emosinya.
"Sudah lah aku ingin pergi, permisi" ucap Griselia yang langsung berusaha menyingkirkan dari hadapan William. William menghadang Griselia dengan sebelah tangannya membuat Griselia tidak bisa keluar dari ruangan itu.
"Ok, aku akan mengizinkan mu kuliah. Tapi, kau tidak boleh berdekatan dengan si Lukas Lukas itu"
"Apa urusan mu?"
"Yasudah tidak perlu kuliah. Letakkan kembali buku-buku mu"
"Baiklah-baiklah aku tidak akan menemui bang Lukas" padahal sebenarnya tujuan utama Griselia kuliah adalah ingin bertemu Lukas mengingat dirinya tidak memegang handpone lagi. Tapi dia akan menyusun rencana nanti untuk bertemu dengan Lukas.
"Jangan berpikir yang aneh-aneh. menurutmu aku tidak mengawasi mu. Bahkan disepanjang lorong universitas itu nanti aku akan menaruh bodyguard ku untuk mengawasimu" ucap William seakan tau apa yang akan dilakukan Griselia.
"Ayo turun kita kemeja makan" ajak William untuk sarapan pagi.
****
Griselia berjalan menuju kelas nya. Seperti yang dikatakan William tadi, dia akan menaruh setiap bodyguard nya dilorong universitas benar saja William melakukannya.
Sepanjang perjalanan, Griselia melihat lelaki yang mengenakan jas hitam serta kacamata hitam. Para bawahan William itu menunduk saat Griselia melewati mereka membuat Griselia risih karena menjadi tontonan para mahasiswa dan mahasiswi.