Jadilah pembaca yang bijak
Cerita ini hasil pemikiran saya sendiri bukan hasil novel terjemahan.
William Aderson adalah seorang CEO muda tampan dan kaya raya yang terkenal didunia gelapnya. William yang kejam dan egois penuh dengan obsesi lebih mem...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
HAPPY READING... - - - -
VOTE★!
Griselia sedang bersiap-siap untuk kuliah. Hari ini William tidak akan mengantarnya seperti biasa karena William sedang melakukan perjalanan bisnis selama seminggu. Kemarin William mengirim nya sebuah pesan kalau Selama seminggu ini dia akan keluar negeri untuk mengurus cabang bisnis nya di Rusia. William tidak sempat mengucap selamat tinggal pada Griselia karena Griselia masih kuliah.
Griselia mengambil handphone yang baru saja diisi dayanya. Griselia menyampirkan tas nya dibahu lalu turun ke bawah dan melihat sopir yang mengantarnya ke universitas.
Griselia berjalan ke arah kelasnya. Dia menatap kelasnya yang masih beberapa orang saja yang baru datang karena memang dia sengaja datang lebih cepat karena merasa bosan di mansion.
Griselia melihat nontifikasi dari Jesika yang memberitahu kalau dia sedang sakit dan menyuruh Griselia untuk mengijinkannya kepada dosen. Griselia semakin merasa kesepian mulai dari tadi pagi tidak ada William yang selalu dilihatnya setiap dia bangun pagi, dan sekarang saat kuliah tidak ada Jesika yang menemaninya di universitas. Griselia menelungkupkan kepalanya disela-sela lipatan tangannya yang diletakkan diatas meja. Hingga tidak lama, Griselia mendengar suara dosen yang baru saja memberi salam yang menandakan kelas akan dimulai.
Griselia sedang memakan makan siangnya dikantin sendirian. Sejujurnya dia tidak selera memakan makanan yang ada dihadapan nya ini dari tadi dia hanya mengaduk aduk nya saja. Jika William tidak mengirimkan pesan mengingatkannya untuk makan siang sudah pasti dia tidak akan memesan makanan ini.
"Clarisa" panggil orang itu membuat Griselia melihat orang yang memanggilnya yang berada dihadapannya
"Eh kak Lucas duduk kak" ajak Griselia
"Kamu masih ada kelas?" Tanya Lucas saat Lucas sudah duduk dihadapan Griselia.
"Masih kak. Kenapa?" Tanya Griselia
"Kalau udah selesai, jalan-jalan yuk" ajak Lucas
"Eh nggak kak, William nanti marah. Kalau kelas aku udah selesai, sopir William pasti udah stand bye di depan gerbang." Tolak Griselia secara halus. Sebenarnya Griselia ingin ikut, tapi mengingat sebulan yang lalu saat dia pergi bersama Lucas, William memutar tangannya membuatnya jerah
"Yaudah aku ada ide, gimana kalau kita perginya sekarang, kita akan sampai disini saat jadwal kuliah mu selesai" ide Lucas
"Tapi kak aku nggak mau bolos"
"Ck, sekali bolos nggak bakal bikin nilai mu turun kalik"
"Yaudah deh, tapi sebelum jadwal pulang kelasku, kita sudah sampai ya"
"Iya, ayo" Griselia langsung mengikuti Lucas. Lucas membawa Griselia kearah parkiran motornya. Lucas membantu Griselia menaiki motornya menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya. Ini adalah pertama kali Griselia mengelilingi salah satu kota yang ada di Jerman tanpa William