Jadilah pembaca yang bijak
Cerita ini hasil pemikiran saya sendiri bukan hasil novel terjemahan.
William Aderson adalah seorang CEO muda tampan dan kaya raya yang terkenal didunia gelapnya. William yang kejam dan egois penuh dengan obsesi lebih mem...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
HAPPY READING - - - -
VOTE★!
Griselia terbangun dari tidurnya. Melihat cahaya matahari yang memasuki sela-sela jendela yang tidak tertutupi tirai, membuat Griselia tahu kalau hari sudah pagi.
Griselia melihat kamar yang kembali lagi ditempatinya. Melihat jam yang terletak dinakas menunjukkan pukul 8, Griselia yakin William sudah pergi ke kantor. Griselia kembali mengingat bayang-bayang William saat melakukan pengeboran surabi hangat dengannya. Bukan kata maaf yang dikeluarkan William melainkan 'jika kau berpikir aku menyesalinya maka kau salah, aku sama sekali tidak menyesalinya. Jadi jangan harapkan kata maaf keluar dari bibirku. Anggap saja ini hukuman untukmu'
Tokk...tok...tok
Mendengar suara ketukan pintu,membuat Griselia tersentak dari lamunannya. Melihat pintu yang terbuka, Griselia mengalihkan pandangannya kearah pelaku itu yang merupakan seorang pelayan yaitu Gladys.
"Maaf nona, saya pikir nona masih tidur tadi. Saya berniat membangunkan nona" Griselia hanya diam melihat pelayan tersebut memasuki kamarnya lalu melangkahkan kakinya kearah kamar mandi.
Hingga tidak lama kemudian, Gladys keluar dan menyuruhnya untuk mandi.
"Nona, airnya sudah saya siapkan. Selagi nona mandi saya akan merapikan tempat tidur dan menyiapkan baju nona"
Griselia masih tetap tidak menjawab. Semenjak kejadian dimana William melakukan pengeboran surabi hangat di pesawat, Griselia tampak lebih pendiam seperti tidak ada kehidupan. Griselia hanya akan berbicara seperlunya. Selebihnya, dia akan menjawab dengan anggukan dan gelengan kepala.
Griselia menyingkirkan selimutnya tidak ingin membuat Gladys menunggu nya lebih lama. Griselia melangkahkan kakinya ke kamar mandi, lalu mulai memasuki bathtub merendam tubuh nya.
Setelah menyelesaikan ritual mandinya, dia langsung keluar dari kamar mandi dan melihat baju yang disediakan Gladys.
Setelah memakai pakaiannya, Griselia turun kelantai bawah untuk sarapan, lalu meminum susu yang disiapkan pelayan. Semenjak Griselia kembali, William selalu memaksanya untuk meminum susu yang diberikan pelayan atas perintahnya. Entah susu apa yang diberikannya, Griselia tidak peduli, dia malas berbicara. Griselia tidak peduli walaupun William memasukkan racun kedalam minumannya. Jika sebelumnya William memaksanya untuk meminum obat yang ternyata untuk mencegah kembali ingatannya, maka untuk apa susu ini sekarang?
Selesai sarapan, Griselia merasa bosan. William sudah tak mengijinkannya kuliah, handponenya sudah disita, tidak boleh keluar, dan masih banyak peraturan lagi.
Griselia berjalan kearah taman belakang yang terdapat gazebo. Griselia duduk memandang kosong kedepan sambil memegang perutnya.
Griselia masih mengingat kejadian 2 hari lalu. Griselia berharap tidak ada sesuatu yang hidup didalam sana sambil memeluk lututnya dan menelungkupkan kepalanya diatas lutut.