Jadilah pembaca yang bijak
Cerita ini hasil pemikiran saya sendiri bukan hasil novel terjemahan.
William Aderson adalah seorang CEO muda tampan dan kaya raya yang terkenal didunia gelapnya. William yang kejam dan egois penuh dengan obsesi lebih mem...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
HAPPY READING - - - -
UPS 🔞. Yang dibawah 18 tahun mending mundur deh. Saya aja merasa jijik membacanya. Untung ada Google yang membantu.
VOTE★!
Griselia merasakan sesuatu yang menggelitik di ceruk lehernya. Dia menatap sekelilingnya lalu menyadari kalau dibelakangnya ada William yang sedang memeluknya.
Griselia melepaskan tangan William yang melilit di pinggang nya dengan pelan. Bukannya terlepas pelukan itu semakin mengerat hampir membuat Griselia sulit untuk bernapas.
"Aku tau kau sudah bangun lepaskan tanganmu. Aku kesulitan bernapas"
"Disini saja. Memangnya kau ingin kemana?"
"Aku mau pulang. Mama dan papa ku pasti khawatir padaku"
"Aku sudah pamit pada mereka."
"Apa maksudmu?"William memperbaiki posisi nya. Menarik tubuh Griselia agar mereka berbaring secara berhadapan.
"Aku sudah mengatakan pada mereka kalau aku akan membawa putri mereka bersamaku"
"Tapi, aku mau bertemu dengan mereka. Aku belum mengucapkan selamat tinggal pada mereka" Griselia mulai menangis. William mendekap tubuh Griselia mengelus punggungnya, untuk menenangkan Griselia.
"Mau pulang" rengek Griselia
"Kemana?"
"Mama, papa Hiks... mau pulang"
"Cla. Diam. Jangan menangis" Griselia mendengar suara William yang sudah berubah. Tapi Griselia meyakinkan dirinya untuk tidak takut.
"SUDAH AKU BILANG, AKU BUKAN CLARISA. CLARISA HANYA ORANG YANG KAU CIPTAKAN DALAM KEBOHONGAN MU SAJA."
"Jangan berteriak didepanku. Sepertinya selama kau jauh dari pengawasan ku, bibir ini semakin sering melawan"
"Mau pulang."
"Sekali lagi kau berkata mau pulang. Akan aku habisin keluargamu disana"
"Argh~." Teriak Griselia.
"Kau aku membencimu sialan. Brengsek. Babi. Taik. Monyet. Anjing. Mampus Lo monyet. Mati Lo" Griselia menendang William dengan kedua kakinya dengan kuat. Dia tidak peduli dengan apa yang di tendangnya yang dia tau William sedang melindungi dirinya dari kaki Griselia. Griselia tidak tau akibat ulahnya itu membuat William semakin geram pada nya.
William menahan kaki Griselia dengan kedua tangannya. Tangan Griselia tidak tinggal diam, Griselia menjambak rambut William sekuat tenaga membuat William berteriak kesakitan. William merasa Griselia seperti orang yang kerasukan. Entah dari mana kekuatan Griselia yang semakin membuat emosinya bertambah. William tidak suka Griselia yang pembangkang.
William melepaskan tali pinggang yang melingkar di celananya, lalu membentuk simpul untuk mengikatnya di tangan Griselia. Griselia menggigit tangan William yang sedang mengikat tangannya. William tidak menghiraukan Griselia yang menggigit tangannya.
William melepaskan kemeja, lalu mendorong Griselia agar berbaring di ranjang. William merangkak menindih Griselia. Griselia menelan salivanya susah payah. Alaram bahaya berdering dipikirannya. Griselia tidak terlalu polos untuk tidak mengerti arti dari tatapan William yang penuh nafsu.
"Kau harus dihukum sayang. Aku tidak menyukaimu yang pembangkang. Jangan lupa sebut namaku disetiap d*s*h*nmu."
"William jangan. Ku mohon jangan lakukan. Aku janji aku akan menurut padamu"
"Aku maafkan. Tapi hukuman tetap berjalan"
"Aku mohon jangan William. Ak mmppht
William mulai menciumi bibir Griselia. Ciuman yang penuh nafsu dan menuntut. Tangan William mulai menggelayari badan Griselia. William yang sudah tidak tahan pun merobek baju Griselia dan memberikan tanda kepemilikan disana.
Griselia yang merasakan nikmat pun mengeluarkan suara yang tidak diharapkannya sama sekali.
"Bagus sayang. Aku menyukainya."
"Mama"
"Jangan panggil mama mu. Panggil saja namaku"
Merasa pemanasan yang sudah cukup. William mulai mengeluarkan miliknya yang masih tersembunyi dibalik celana nya dan menyatukannya kedalam milik Griselia. William mulai menghentakkan nya membuat Griselia menggigit bibirnya agar tidak berteriak.
Griselia menangis merasakan sakit dibawah sana. William pun membiarkannya sementara sampai mendengar tangisan Griselia mereda. William mulai menggerakkannya secara perlahan membuat Griselia mendesah kenikmatan. William tau ini adalah pertama bagi Griselia, dia juga melakukan ini pertama kalinya bersama dengan orang yang dicintainya
Malam itu adalah malam panjang yang William lakukan bersama Griselia. Kegiatan yang tak pantas itu disaksikan oleh furniture sesisi kamar yang disediakan didalam pesawat. Suara decitan ranjang terdengar setiap hentakan yang diberikan William.
Griselia yang berada dibawah kekuasaan William hanya pasrah dengan kenikmatan yang diberikan William. Griselia tidak menyangka sesuatu yang diajarkan untuk dijaga, hilang dengan cara seperti ini. Hubungan yang tidak pantas dilakukan tanpa ada ikatan suami istri.
Dibalik tangis Griselia, William sangat senang melakukan kegiatannya. Katakan dia bajingan, karena melakukan hal yang tidak pantas sebelum adanya ikatan pernikahan.
Tapi itulah William, dia melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia ingin kan.
Sejak kecil, William selalu mendapat apa yang di inginkan.
Daddy nya selalu mendidiknya untuk mengambil apa yang yang diinginkannya.
Itulah William yang sifatnya sama seperti papanya- Rio.
Bukankah pernah dijelaskan di part sebelumnya kalau Rio juga melakukan hal yang sama untuk mendapatkan Juni- mamanya William.
Bukankah dari situ sudah terlihat gen siapa yang lebih mendominasi William.