Jadilah pembaca yang bijak
Cerita ini hasil pemikiran saya sendiri bukan hasil novel terjemahan.
William Aderson adalah seorang CEO muda tampan dan kaya raya yang terkenal didunia gelapnya. William yang kejam dan egois penuh dengan obsesi lebih mem...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
HAPPY READING... - - - -
VOTE★!
Kecewe banget lihat vote dari part sebelumnya. Nggak bakalan update kalo part ini masih sama dengan yang sebelumnya
Hari-hari telah berlalu. Hubungan Griselia dan William mulai renggang. Griselia lebih banyak diam ketimbang berbicara. William sudah berusaha membuat hubungan nya dengan Griselia membaik tapi Griselia sama sekali tidak menanggapinya.
Griselia sudah mengatakan kalau dia ingin pulang, tapi William tidak pernah mengiyakannya permintaan Griselia.
Griselia berdiri di balkon kamarnya memandangi langit yang penuh dengan kembang api yang meledak. Ya sebentar lagi tahun baru. Griselia menikmati detik detik menuju tahun baru.
"10 menit lagi" guman Griselia menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
Didekat pintu sana William memandangi Griselia yang sedang menatap langit yang dipenuhi kembang api. William berjalan mendekati Griselia tidak peduli respon apa yang diberikan Griselia nanti. William hanya berusaha mendekatkan diri kembali pada Griselia memulai semua dari awal.
Mungkin dia akan mengijinkan Griselia pulang jika Griselia mulai mencintainya, dan pergi ke sana untuk meminta restu pada orang tua Griselia untuk menjadikan Griselia sebagai istrinya.
"Selamat tahun baru" ucap William saat dirinya sudah berada disebelah Griselia. Griselia tidak membalas ucapan William dia masih menatap langit sambil tersenyum menganggap William tidak ada. Griselia tau William disebelahnya sedang memandanginya tapi Griselia lebih memilih menghiraukan nya.
"Kau menginginkan sesuatu anggap saja sebagai kado natal ku kemarin atau kado tahun baru. Kau tidak memintanya kemaren"ucap William memnacing Griselia untuk berbicara.
"Aku mau menemui keluargaku"
"Kecuali itu"
"Kalau begitu tidak usah bertanya" ketus Griselia
"Kau bisa meminta sesuatu tapi tidak dengan yang itu"
"Tujuh, enam, lima, empat, tiga, dua, satu yey" ucap Griselia menghitung mundur jam yang menandakan sudah tahun baru alih-alih tidak menanggapi pertanyaan William. Griselia menutup matanya dan mulai mengucapkan kata-kata didalam hatinya untuk keluarganya disana
"Ma, pa maaf tahun ini Griselia nggak ngerayain tahun baru lagi bareng kalian. Sudah mau 4 tahun kita berpisah. Aku kangen banget sama kalian. Tapi aku percaya Tuhan memiliki rencana yang indah untuk kita. Sampai ketemu nanti ma, pa, bang Felix, bang Lukas. Aku menyayangi kalian" batin Griselia. Lalu membuka matanya.
Griselia melihat kesebelahnya dimana tempat William berdiri. Seketika mata hijau milik William membius tatapannya membuat Griselia tidak memiliki niat untuk mengalihkan pandangannya.
"Aku tau aku salah, aku hanya mau kau ada disisiku. Itulah sebabnya aku melakukan ini. Aku tidak peduli cara itu salah atau benar, yang aku tau kau ada bersamaku."
"Tapi caramu salah. Bagaimana dengan orang tuaku disana. Mereka juga membutuhkan ku. Sama halnya jika kau merasakan sakit jika aku pergi, begitu juga dengan orang tua ku disana."
"Kamu tau nggak sih kalau kamu itu egois" lanjut Griselia.
"Ya aku tau. Ada kalanya kita harus egois menempatkan kebahagian sendiri diatas banyak hal. Seperti yang aku lakukan sekarang."
"Pada akhirnya keegosisan mu akan disadarkan oleh kehilangan" ucap Griselia langsung pergi meninggalkan balkon itu dan berjalan kearah tempat tidur, mengambil selimut untuk menyelimuti seluruh tubuhnya.
William memandangi Griselia yang sedang membaringkan tubuhnya ditempat tidur. Ingin sekali dirinya membantu Griselia menyelimuti dirinya seperti biasanya lalu mengecup kening Griselia seperti kegiatan yang dilakukannya dimalam sebelum-sebelum nya.
Sama halnya dengan Griselia. Griselia juga merasa malam nya kurang tanpa ada kecupan selamat malam yang didapat dari William. Griselia tau apa yang berbeda dari malam-malam sebelumnya, yaitu perilaku William kepadanya. Ingin sekali dia meminta pada William tapi gengsinya tinggi.
"Selamat malam" ucap William setelah menutup pintu yang membatasi kamar Griselia dan balkon.
Griselia menutup matanya berpura-pura tidur tidak memiliki niat untuk menanggapi ucapan William. William masih berdiri di dekat ranjang Griselia berharap Griselia membalas ucapan selamat malamnya. William tau Griselia sedang pura-pura tidur terlihat dari kelopak matanya yang bergerak.
Griselia yang sedang berpura pura tidur yang pikirannya entah kemana membuat ingatannya kembali saat Alex dan William yang berbicara berdua mengenai obat diruang kerja William
"Ini obat yang kau cari, sampai kapan kau memberikan obat ini padanya"
"Mungkin sampai kami menikah, walaupun ingatannya sudah kembali, dia tidak akan bisa lari kan?"
Griselia ingat saat itu mereka menyebutkan namanya membahas tentang obat dan mencegah kembalinya ingatan. Seketika ingatannya juga kembali berputar saat Griselia mendengar keributan di luar kamarnya yang ternyata William sedang berkelahi dengan orang tuanya yang membahas dirinya membuat dia semakin kesal. Dia merasa dipermainkan disini.
William yang merasa tidak mendapat jawaban pun berjalan ke arah pintu untuk keluar kamar Griselia.
"Tunggu" ucap Griselia menghentikan langkah William. William berbalik dengan senyum tipis diwajahnya berharap ada sepatah kata yang dapat membuat malamnya menjadi agak bersinar.
"Aku penasaran, obat apa yang kau berikan padaku setiap malam. Dan memaksaku untuk memakannya, bahkan kau sampai marah saat aku melupakan nya." Senyum tipis yang terpampang diwajahnya tadi seketika pudar.
"Kau pasti tau jawabannya"
"Aku ingin mendengar langsung dari mulutmu"
"Selamat malam" ucap William meninggalkan Griselia yang menggerutu kesal karena mendapat jawaban yang tidak sesuai dengan ekspektasi nya.
Sumpah ya kecewa banget saya melihat vote part 20. Padahal yang baca itu lumayan banyak tapi yang vote orangnya itu-itu aja. Yang lain pada kemana? hargai dong saya yang menulis. Saya bakalan tambah lama update kalau masih seperti sebelumnya. Padahal tinggal tekan bintang dibawah aja. nggak susah