TIGA PULUH DUA

10.6K 533 11
                                        

HAPPY READING

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

HAPPY READING

-
-
-
-

VOTE★!


Alex sudah mendapatkan pelaku yang membocorkan kegiatan pengiriman barang selundupan William. William sedang bersiap untuk pergi bersama Alex beserta anak buahnya yang diutusnya pergi.

William sedang merapikan stelan jasnya bersama Alex dibelakangnya yang sedang mengecek ulang strategi mereka.

Setelah merasa yakin bahwa strategi mereka akan berhasil, William menyuruh Alex untuk turun menunggu dibawah.

"Kau turun saja dulu ke bawah, aku masih mau melihat Griselia" entah mengapa William merasa berat meninggalkan Griselia sendiri. Ada firasat buruk mengusai pikiran dan hatinya membuatnya jadi resah

"Tuan mencintainya?" Tanya Alex sebelum keluar ruangan.

"Kau pasti tau jawabannya" jawaban William.

"Maaf jika saya lancang tuan, jika tuan hanya menginginkan nona karena obsesi, sebaiknya tuan membiarkan nona menjalani hidupnya. Nona berhak bahagia tuan"

"Saya permisi" Alex melanjutkan langkahnya meninggalkan William yang masih terdiam mencerna ucapannya. Bukan karena Alex membeci Griselia dan ingin memisahkan William dari Griselia, justru karena Alex menyayangi Griselia, Alex tidak ingin Griselia akan tersakiti saat dia tau William tidak mencintainya dan hanya menginginkan nya karena obsesi.

Alex sudah tau hubungan Griselia dan William sudah melewati batas. Walaupun mereka sudah bertunangan tapi melakukan hubungan suami-istri tanpa ikatan pernikahan itu tetaplah dosa.

Alex tau William bukanlah orang yang mempercayai cinta, mengingat bagaimana William sedari kecil hanya disibukkan oleh pelajaran lalu mulai mempelajari bisnis. Apakah William pernah pacaran?... Tentu saja belum. William tidak pernah mau membuang waktunya untuk melakukan hal itu. Itulah sebabnya Alex berpikir bahwa william belum sepenuhnya mengenal bagaimana dunia luar. Alex tau rasa yang dimiliki William pada Griselia belum sepenuhnya cinta tapi tidak tau nanti. Bukankah tidak ada yang mengetahui masalah perasaan?. Perasaan itu tumbuh dengan sendirinya kan?

Walaupun William pandai dalam segala pelajaran dan dalam bisnis, tapi kalau kita bertanya apa itu cinta pasti dia tidak tahu.

Menginginkan Griselia hanya karena suka dengan bola mata gadis itu? Itu bukan jawaban yang tidak masuk akal. Itu tidak termasuk cinta, itu obsesi.

.
.

William melihat Griselia yang sedang menggambar dikamarnya. William berjalan mendekati Griselia yang fokus pada gambarannya tanpa merasa terganggu dengan kehadiran William.

William mengelus puncak kepala Griselia membuat Griselia langsung menoleh kearahnya. Griselia tersenyum menatap William yang berdiri disebelahnya.

Griselia melihat William yang baru saja mengelus kepala. Griselia menatap William yang sudah rapi dengan setelan jas nya.

William's ObsessionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang