DUA PULUH SEMBILAN

10.9K 552 24
                                        

HAPPY READING----

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

HAPPY READING
-
-
-
-

VOTE★!

Griselia sudah berkata dengan lantang kalau dia tidak ingin memakai pakaian yang diberikan oleh yang di ketahui Griselia adalah seorang perias.

"Aku sudah bilang aku tidak mau memakai nya. Apakah kau tuli?"

"Nona tolong dengarkan kami. Tuan  menyuruh kami untuk mendandani nona."

"Katakan padanya aku tidak mau."

"Tapi nona kami bi-"

"Kalian bisa kaluar sebentar?" Kedua perias itu pun keluar setelah mendengar perintah dari William. Setelah kedua perias itu keluar. William langsung memojokkan Griselia didinding sambil menekan kedua bahunya.

"Tidak bisakah kau menuruti perintahku tanpa harus aku paksa?"

"Aku bukan babu mu yang harus menurutimu"

"Oh begitu. Kau ingin tahu kabar keluargamu disana"

'sial lagi-lagi di membawa-bawa keluargaku'

Griselia mendorong William lalu mengambil pakaian yang diberikan perias tadi yang berada di tempat tidur, lalu berjalan ke kamar mandi untuk memakai nya

Gaun bewarna biru yang dipakai Griselia itu terasa nyaman walaupun terbuka di bagian lengannya.

Griselia membuka pintu kamar mandi dan melihat William yang duduk diatas ranjangnya sambil memainkan handpone.

William yang mendengar pintu terbuka pun mengalihkan pandangannya dari handponenya lalu melihat Griselia yang sudah memakai gaun itu. Griselia begitu cantik walaupun belum dirias. William foskus melihat atasan pakaian Griselia di bagian tali baju yang hanya seukuran tali pakaian dalamannya. Melihat waktu yang sudah terbatas, tidak memungkinkan untuk mencari pakaian yang lain. William langsung keluar dan menyuruh perias itu mendandaninya.

Griselia duduk didepan cermin menatap tubuhnya yang sedang dirias. Griselia mejamkan matanya membiarkan polesan make up itu menempel diwajahnya dan rambutnya yang sedang dibentuk.

Griselia membuka matanya saat perias itu mengatakan sudah selesai. Griselia memandang kagum wajahnya yang cantik dengan make up yang terkesan natural.

Seorang pelayan masuk dan mengatakan kalau William menunggunya di bawah. Sebelum Griselia keluar kamar, salah satu perias itu memberikan high heels bewarna putih, lalu berjalan kearah lift untuk menemui William di bawah.

Griselia melihat William yang sedang berbicara dengan Alex. Mendengar ketukan langkah heels, William dan Alex menoleh kebelakang dan melihat Griselia yang sedang berjalan kearah mereka.

Kedua pria itu terpukau melihat Griselia yang sangat cantik. Bahu Griselia yang putih, Leher jenjang Griselia yang terpampang membuat William ragu untuk membawa Griselia pergi. William melirik Alex yang tenga menatap Griselia dengan tatapan memuja. William berdehem membuat Alex menundukkan kepalanya.

William's ObsessionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang