DUA PULUH

12.8K 712 28
                                        

HAPPY READING

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

HAPPY READING...
-
-
-
-

VOTE★!

"ab-abang"

disebrang sana Lucas terkejut mendengar Griselia yang memanggilnya dengan embel-embel 'abang' bukan 'kakak'. karena hanya Griselia- adiknya lah yang memanggilnya dengan seperti itu.

"Abang" panggil Griselia lagi karena tidak mendengar sahutan dari Lucas.

"Eh iya Cla ada apa, kau terdengar seperti menangis?"

"Abang ini aku Griselia adikmu bukan Clarisa"

"Kau sudah tau Cla? Kau sudah mengingatnya?"

"Abang juga sudah tau aku adikkmu"

"Ya, aku juga baru mengetahuinya"

"Dan kau tidak memberitahuku"

"Bukankah kau bilang kau lebih mempercayai William"

"Maaf, sekarang aku sudah tau semuanya"

"Kau sudah mengingatnya?"

"Belum, aku masih belum mengingat semuanya, aku masih mengingat kejadian sebelum aku kecelakaan"

"Baguslah, papa dan mama merindukanmu, kau dimana aku akan menjemputmu mu kita akan pulang"

"Tunggu sebentar, ada yang harus ku selesaikan, aku sedang tidak di mansion, aku akan menghubungimu lagi nanti"

"Baiklah, aku tutup"

Griselia kembali memasukkan handponenya kedalam tas selempang kecil nya. Hingga tidak lama pintu itu terbuka.

"Cla, apa yang kau lakukan disini" tanya William yang terkejut melihat Griselia diruangannya. Griselia mengeluarkan 2 map dan 2 lembar gulungan kertas yang ditemukan di kolong sofa tadi.

"Aku ingin bertanya ini" ucap grisleia memberikan lembaran kertas tersebut. William mendekat menerima kertas-kertas tersebut, hingga dia terkejut bahkan tangan nya bergetar memegang kertas tersebut.

"Kenapa kau melakukannya?" Tanya Griselia berusaha menahan tangis

"Kau menipu ku"

"Kau memisahkanku dari keluargaku"

"Hatiku sakit saat aku mengetahuinya sendiri" Griselia sudah tak sanggup lagi menahan tangisnya tangannya mengepal memukul dada bidang William. Dia kecewa. Sedangkan William masih dengan wajah datarnya.

"Kau bilang aku tidak punya siapa-siapa, kau bilang orang tua ku sudah tiada, jadi yang menungguku pulang disana itu siapa?" Teriak Griselia. William yang tak sanggup melihat Griselia seperti ini pun memeluk Griselia, membiarkan Griselia menumpahkan tangisnya di dada William.

"Aku mau pulang sama bang Lukas"

"Nggak"tegas William.

"Kamu nggak bisa kayak gini, aku pergi" ucap Griselia lalu berbalik meninggalkan William. Tepat sebelum tangan Griselia memegang kenop pintu, William langsung menarik tangan Griselia membuat Griselia meronta-ronta melepaskan tangannya dari genggaman William. William mengambil suntikkan bius yang berada di laci meja kerjanya dan menyuntikkan di leher Griselia membuat pergerakan Griselia mulai berhenti. Tepat saat Griselia mulai jatuh William langsung mengangkat badan Griselia ala bridal style untuk membawa Griselia ke mansion nya.

William's ObsessionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang