TIGA PULUH TIGA

10.3K 513 22
                                        

HAPPY READING

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

HAPPY READING

-
-
-
-

VOTE★!!


Keempat penyusup itu mengendap-endap mengecek kondisi agar max, Jesika dan Gladys bisa membawa mereka ke kamar Griselia.

Gladys menyarankan mereka untuk menaiki tangga agar lebih aman dari pada menggunakan lift, karena bodyguard disekitar lift sangat ramai dan mustahil untuk di kelabui.

Gladys mengarahkan jalan kepada 4 penyusup yang merupakan satu kelompok max. Ke empat penyusup itu berjalan memimpin sedangkan max dibelakang merangkul Jesika yang terpincang-pincang karena luka dikaki nya akibat ulah William. Saat itu, William mengeluarkan pelurunya kearah kaki Jesika. Jesika yang panik menggeser kakinya membuat peluru itu hanya melesat mengenai sedikit kakinya yang membuat dia agak sakit saat berjalan.

Saat sudah sampai di lantai 3 dimana letak kamar Griselia, mereka melihat sekitar dimana tidak ada satupun pelayan yang berkeliaran. Gladys pun mengatakan 'ini sudah mau siang, pasti para pelayan sedang menyiapkan makan siang untuk nona. Kita harus gerak cepat karena nanti ada pelayan yang naik untuk memanggil nona' mendengar itu, mereka semua langsung bergerak cepat menuju kamar Griselia.

Griselia menatap puas hasil gambarannya. Yang mana digambarkan itu terdapat 2 orang berbeda jenis kelamin yang merupakan William dan Griselia yang sedang berdua di pantai.

Sedang asik merapikan gambaran itu, pintu itu terbuka kasar membuat fokus Griselia teralihkan. Griselia menatap 4 orang yang memakai jas. Awalnya Griselia berpikir itu bodyguard William, tapi melihat Jesika dan Gladys yang memaksakan diri untuk masuk

"JESIKA, GLADYS" teriak Griselia. Jesika dan Gladys serempak menutup mulut Griselia.

"Diam, sekarang ayo ikut kami. Kita pergi dari sini" ucap Jesika. ke 4 penyusup eh ditambah max satu, jadi 5. Kelima penyusup itu berja didepan pintu untuk mengecek kondisi jaga-jaga ada orang yang datang.

"Nggak aku nggak bisa"

"Kamu bisa, kami aja bisa bebas"

"Kalian Bebas?"

"Iya kami dikurung sama tunangan sialan mu itu. Bahkan lihat kaki ku, kakiku terkena pelurunya yang melesat, ayolah ikut kami dia tidak sebaik yang kau bayangkan"

"Ayolah cepat, waktu kita tidak banyak" ucap max yang berdiri di pintu.

"Aku nggak bisa. Dia pernah mengancam aku, kalau aku pergi dia bakalan apa-apain keluargaku. Aku nggak bisa pergi"

"Nona ikutlah dengan kami. Keluarga mu sudah aman bersama kami. Kami sudah bekerja sama dengan keluarga nona untuk membawa nona pergi. William tidak akan berbuat sesuatu pada keluarga nona." Ucap max

William's ObsessionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang