51

7.3K 730 122
                                        

Brum brum

Suara motor sport menghiasi suasana ramai jalanan kota. Dia terus melaju cepat menuju sebuah gedung sekolah menengah atas.

Motor berhenti, si pemilik membuka helmnya membiarkan rambut panjang bergelombangnya terurai tertiup angin.

"Cut...!" Teriak sang sutradar.

Queen melompat kegirangan setelah selesai dengan syutingnya. Ya, adegan tadi adalah potongan dari drama yang diperankannya bersama dengan Jaemin dan Eunwoo.

Jaemin terkekeh melihat Queen melompat kegirangan. "Kenapa seneng banget?" Tanya Jaemin.

Queen cengengesan. "Aku udah lama gak ngendarain motor. Uh... kangen banget."

"Oppa malah gak nyangka kamu bisa naik motor," ujar Jaemin.

"Waktu di Indonesia aku sering ke puncak sama papa motoran. Jadi kangen papa deh...," cerita Queen.

Jaemin mengelus puncak kepala Queen. "Nanti kita motoran juga," hibur Jaemin.

"Oppa bisa naik motor?" Tanya Queen.

"Kan diajarin kamu, atau nanti di boncengin aja," kata Jaemin.

"Boleh-boleh," sahut Queen.

"Kita nunggu take berikutnya di mobil aja yuk," ajak Jaemin.

Jaemin dan Queen berjalan memasuki mobil van milik Queen. Disana sangat lengkap dengan bantal dan selimut hangat.

"Sini!" Jaemin membawa Queen ke dalam dekapannya. Tubuh Queen bersandar dengan nyamannya di dada bidang Jaemin. Setengah tubuh mereka tertutup oleh selimut.

"Uh... nyamannya." Jaemin mengeratkan lilitan tangannya pada pinggang Queen. Dia menelusupkan wajahnya ke ceruk leher Queen. Wangi tubuh Queen selalu menjadi candu untuknya.

Queen tertawa kegelian. "Geli, oppa."

"Udah makan belum?" Tanya Jaemin.

Queen menoleh ke arah Jaemin cengengesan. Jaemin langsung mengerti dengan gerak-gerik Queen. Queen membalikan posisinya menjadi menghadap Jaemin. Dia harus mempersiapkan amunisi agar tidak di omeli Jaemin.

 Dia harus mempersiapkan amunisi agar tidak di omeli Jaemin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jaemin mengerucutkan bibirnya. "Nana cedih," katanya dengan aegyo.

Queen memekik kegirangan melihat aegyo Jaemin. Dia memilih untuk mengikuti tingkah Jaemin. "Wae Nana cedih?"

"Nana cedih, Queennya nana enggak nulut. Queennya nana nakal!" Omelnya.

Queen mencubit pipi tirus Jaemin gemas. "Maafin Queennya nana ya...."

Jaemin menggigit pipi Queen gemas. "Oppa pesenin makanan ya?" Kini tingkahnya kembali normal.

Queen mengangguk cepat. "Aku mau yang berkuah pedes ya... kayanya enak banget." Air liurnya hampir menetes membayangkan makanan berkuah yang panas dan pedas. Uh... pasti nikmat sekali.

THE QUEEN (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang