28 - House Party

28 1 0
                                        

Hello👋🏻

Langsung aja cus kita mulai

Enjoy❤️
________

"Elle, kantin sekarang aja yuk," ajak Jenica.

"Iya, Elle. Ini kan jamkos habis ini lunch. Keburu kantin ramai nanti," lanjut Jesslyn.

"Males gue, kalian duluan aja. Gue lagi nonton nih."

"Nonton apa?" tanya Melody.

"Netflix, Elite."

"Lo udah gila ya nontonya di sekolah, banyak adegan uhuk-uhuknya," ucap Kiara.

"Makannya gue pake airpods, terus gue skip bagian uhuk-uhuknya," balas Elle. "Manu Rios ganteng banget astaga. Gue mau punya pacar kayak dia."

"Kak Jayden kan udah sempurna banget Elle. Masa masih pingin punya cowok lain," balas Melody.

"Kak Jayden bukan pacar," balas Elle. "Ayok ke kantin, ganggu gue nonton ah kalian nih."

***

Ting!

Elle membuka ponselnya saat berada di kantin, teman-temannya juga membuka ponsel mereka masing-masing.

Kak Cia
House party @my house
This Saturday, 18.00 WIB
Buat tim dance, jangan bilang Vanessa, gue gak undang dia.

Brielle Garcia
I'll come.

"Asik, party nih," ucap Jenica.

"Vanessa kenapa gak di undang ya."

"Males kali kalau bikin masalah," balas Kiara.

"Gue pakai ba-,"

Seseorang tiba-tiba datang dan langsung menggebrak meja mereka, "MAKSUD KALIAN APA?!"

"LO YANG APAAN ANJIR? Dateng-dateng ngegas." balas Jenica.

Keadaan kantin mulai ramai karena bel istirahat sudah berbunyi.

"Pasti kalian kan yang lapor ke kepsek!" ucap Vanessa.

"Lapor apaan sih?" tanya Elle.

"Halah, gak usah sok polos lo. Gue tau dibalik tampang polos lo sebenarnya lo tuh licik."

"Ada yang laporin dia ke kepsek tentang orang yang nyerang lo kemarin Elle, katanya dia yang kasih orang itu masuk ke sekolah kita, sama ada yang nulis kalau dia anak pungut nyokap bokapnya," ucap Nico.

"Oh, jadi lo?" tanya Jenica. "Bener-bener ya lo!"

"Gue sama Jayden yang laporin bukan mereka." semua mata tertuju pada sumber suara itu, Marco muncul dari kerumunan. "Ikut gue ke kepsek sekarang, kalian berlima juga buat jadi saksi."

Marco menarik paksa Vanessa, "Astaga, kita dipanggil juga. Laper gue masih pingin makan," ucap Jenica.

"Paling bentar doang, yuk."

***

Banyak anak menunggu mereka di ruang Kepsek, mereka kepo dengan apa yang terjadi. Sedangkan di dalam ruangan hanya mendengar bantahan Vanessa.

"Saya sudah putuskan kamu di skors 1 minggu. Kali ini tidak ada dispensasi dan lebih baik kamu minta maaf sama Elle. Saya akan telepon orang tua kamu."

Kini Vanessa terdiam, apa jadinya kalau orang tuanya sampai tau? Pasti akan terus-terusan di beri ceramah. Vanessa segera meninggalkan ruangan itu tanpa pamit. Elle dan yang lainnya juga keluar dari sana.

Two HeartsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang