Celine menatap keluar jendela—mungkin lebih tepatnya melamun. Ia diam dan berkelut dalam pikirannya yang seperti semak-semak itu.
"Celine." panggil Bu Melody
"Celine!" panggil lagi oleh Bu Melody
Nihil. Celine sudah tenggelam dalam pikirannya, "Ci!" bisik Alex
Alex menyikut lengan Celine pelan, "Hum.., Kenapa?" ucapnya menoleh ke Alex
Alex menunjuk Bu Melody dengan matanya. Bu Melody menatap Celine, "Kamu kenapa? apa pelajaran saya kurang penting jadi kamu melamun?" ucapnya sedikit dingin
"Maaf, bu. Bukan begitu..." jelasnya sambil menunduk sedikit
"Kamu kalo ada apa-apa.. silakan ke BK. Untuk sekarang, saya harap kamu fokus." nasihat Bu Melody
Celine mengangguk, "Yaudah, Ini! Cara mengerjakannya bagaimana?" tutur Bu Melody mengubah topik kembali ke materi
Celine menatap soal di papan tulis, "Karena itu gerak jatuh bebas.., yang memengaruhi hanya gravitasi, bu. Jadi, kelajuannya sama dengan g dikali t." Celine menjelaskan persoalan fisika itu
Bu Melody mengangguk pelan, "Oke. Coba kamu maju dan tuliskan penyelesaiannya!" pintanya
Celine mengangguk dan beranjak, Ia mendekati papan tulis itu dan mulai menulis persamaan fisika dan menjawab soal itu. Tak lama, Celine sudah selesai menjawab soal itu dan kini telah kembali ke tempat duduknya. Bu Melody memeriksa pekerjaan Celine dan seperti biasa, perhitungannya benar.
"Yaudah. Saya tanya lagi ke kalian, ada pertanyaan tentang materi GJB?" tutur Bu Melody
"Kalo gak ada.., kalian saya kasih tugas. Tugasnya ini nanti dikumpul minggu depan.., bisa?" lanjutnya
Beberapa murid mengangguk setuju namun ada juga yang hanya diam—sepertinya mereka masih memproses penjelasan Bu Melody. "Tugasnya nanti dari halaman 120 sampe 123." ucap Melody
Seisi kelas mengangguk, "Yaudah, ini masih ada 20 menitan, kalian kerjain sekarang gapapa. Karena ada rapat, saya tinggal gapapa, ya?" Seisi kelas mengangguk
Bu Melody pamit dan seisi kelas langsung bebas berbincang, bergurau, dan bermain—kecuali Alex, Celine, dan Fiony. Alex dan Celine yang memang telah mempelajari topik ini terlebih dahulu tentu lebih cepat menyelesaikan soal-soal itu. Sedangkan Fiony, Ia masih terjebak dan bingung pada beberapa soal karena memang pemecahan masalahnya perlu pemahaman topik yang lebih jauh, Fiony akhirnya memilih untuk meninggalkannya dan memilih untuk menyelesaikannya nanti.
KRIINGGG... KRIINGGG...
Seisi kelas langsung berhamburan keluar kelas, Alex dan Celine langsung berjalan menuju kantin. Sedangkan Fiony, ia berjalan ke arah lain menjauhi kantin.
Alex dan Celine kini ada di kantin dan tengah memakan makanan mereka bersama beberapa kakak kelas mereka. Mereka memakan sambil sesekali berbincang dan bergurau, ceria dapat dilihat dari wajah mereka yang dipenuhi senyum dan tawa itu.
"Kak. Aku sama Celine duluan ya.." pamit Alex kepada semuanya
"Mau kasmaran dulu ya?" goda Anin yang disertai tatapan semuanya
Alex dan Celine diam, "Udah.., kalian pergi aja. Bye...!" tutur Gaby
Alex dan Celine berjalan menjauh, "Fiony kok gak keliatan ya?" tanya Celine
Alex melempar pandangan ke banyak arah, "Bener juga ya..., di kelas kali?" Alex mengangguk
Mereka kini sudah sampai di kelas. Tapi nihil, tak ada Fiony di dalam. Mereka bingung akan keberadaan Fiony, "Kemana dia?" tanya Celine.

KAMU SEDANG MEMBACA
Always and Forever With You
FanfictionMasa SMA yang dipenuhi kejutan, kebahagian, keseruan, dll. Masa yang yang seperti roller-coaster perasaan. Dua orang yang selalu bersama, seperti dua orang kekasih tapi ternyata dua orang sahabat. Namun, apakah itu yang sebenarnya?