Difficult, But Easy - 6. now, us, here

322 49 13
                                        

Berita soal Yuri dengan Sehun yang tidak diketahui identitasnya oleh publik pun masih terus menjadi pembicaraan terhangat di antara banyak orang.

Sejak saat itu juga Sehun terus saja bolak balik ke istana untuk mempelajari banyak hal tentang tata krama kerajaan yang harus diketahuinya sebagai bekal untuknya nanti.

Namun hari itu, anehnya ia tidak bertemu dengan Yuri sekalipun atau sekedar berpapasan dengan wanita itu.

"Kenapa dia tidak terlihat?", gumam Sehun yang merasa heran karena wanita itu bagaikan hilang ditelan bumi.

"Jika kau mencari gonju, dia ada di dapur dan sedang memasak.", Sehun sampai terkejut dengan suara yang muncul tiba-tiba dari arah belakangnya dan saat ia berbalik ia melihat Dohwan yang berdiri di sana dengan ekspresi wajahnya yang kaku.

"Tidak, aku tidak mencarinya.."

"Kau mencarinya.", sela Dohwan cepat.

"Kubilang tidak.", balas Sehun tidak terima.

"Baiklah, sudah cukup. Kekanak-kanakan sekali.", Dohwan menyudahi perdebatan itu dengan tenang dan keheningan melanda kedua pria tersebut tanpa adanya topik yang bisa mereka bicarakan.

"Katamu dia memasak?", tanya Sehun yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Dohwan.

"Itu tidak mungkin. Dia bahkan tidak bisa memasak ramyeon.", gumam Sehun.

"Tepat sekali.", sahut Dohwan yang terlihat sangat sebal sekarang.

"Ikut aku.", Dohwan menarik Sehun untuk berjalan mengikutinya ke dapur tempat Yuri berada saat ini lalu mendorongnya masuk membuat Yuri yang masih berkutat dengan kekacauan yang dibuatnya menoleh ke arah Sehun.

"Eoh, hai. Bagaimana belajarmu?", tanya Yuri yang tidak dibalas oleh Sehun.

"Duduklah.", titah Yuri sambil menunjuk ke arah meja yang ada di dekatnya.

Tanpa mengucapkan apapun, Sehun seakan terhipnotis dan mengikuti perintah Yuri. Lalu wanita itu menyajikan masakannya yang sudah jadi.

"Apa ini?", tanya Sehun.

"Yakk tentu saja untuk memberimu makan.", jawab Yuri namun Sehun terlihat belum menerima jawaban dsri Yuri.

"Tidak ada maksud lain?", tanya Sehun membuat Yuri yang berada di depannya menghela nafasnya pelan.

"Inituisimu memang selalu bagus.", balas Yuri sebagai bentuk pujian akan kecurigaan Sehun padanya dan itu membuat Sehun berdecih padanya.

"Berkencanlah denganku.", ucap Yuri membuat Sehun menatapnya heran.

"Apa?!"

"Kubilang ayo pergi berkencan denganku.", Yuri mengulang ajakannya pada Sehun namun sama sekali tidak mengurangi kebingungan pria itu.

"Tiba-tiba?", Yuri menggelengkan kepalanya lalu ia mengeluarkan brosur suatu event yang akan dilaksanakan malam itu.

"Aku sudah merencanakannya.", balas Yuri sambil menunjukkan brosur itu pada Sehun.

"Mungkinkah, kepalamu terbentur atau kau sedang sakit parah sekarang?", tanya Sehun heran karena perubahan sikap Yuri itu.

"Tidak. Aku sangat baik-baik saja.", jawab Yuri menyangkal tuduhan Sehun.

"Syukurlah, kupikir kau sekarat karena bertingkah seperti ini.", balas Sehun membuat Yuri memutar matanya tidak percaya dengan apa yang dipikirkan pria itu tentangnya.

"Jadi bagaimana? Kau mau?", tanya Yuri.

"Akan kupikirkan.."

"Baiklah, akan kuanggap kau mau. Nanti malam jam tujuh, aku menunggumu menjemputku.", sela Yuri lalu ia pun tersenyum girang dan menyuruh Sehun memakan makanannya.

Difficult, But Easy (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang