Difficult, But Easy - 29. Everlasting Love

326 36 9
                                        

6 months later..

Yuri dan Sehun baru saja kembali dari acara makan malam bersama para dewa. Sesampainya di dalam kamarnya, Yuri melepaskan sepatunya asal dan melemparkan tas kecil yang di bawanya ke atas sofa.

Raut wajahnya menunjukkan bahwa ia sedang tidak dalam mood yang baik saat ini. Sehun pun mengikutinya masuk ke dalam kamarnya dan terlihat menggelengkan kepalanya melihat perilaku Yuri.

"Apa yang membuatmu sekesal ini?", tanya Sehun lalu melingkarkan tangannya pada pinggang Yuri yang menengguk air mineral sambil menatap ke luar jendela kamarnya.

"Para tua bangka itu, aku sangat tidak menyukai mereka.", gerutu Yuri kesal sedangkan Sehun masih menunjukkan ketenangannya.

"Aku tidak setuju. Kau tidak akan pergi kemanapun. Tidak Utara atau kemanapun seperti yang mereka katakan.", ucap Yuri yang sudah memutar tubuhnya menghadap ke arah Sehun.

"Yuri, aku adalah seorang prajurit.", ucap Sehun mencoba untuk memberikan penjelasan pada wanita di depannya itu lalu Sehun beralih mengambil tangan Yuri dan menggenggamnya dengan erat.

"Suatu kehormatan bagi diriku sendiri jika aku bisa pergi ke sana demi misi perdamaian yang sudah kalian siapkan.", Yuri menghempaskan tangan Sehun dari tangannya dengan kasar menunjukkan ketidaksetujuannya.

"Tapi aku tidak ingin kau pergi jauh terlalu lama.", protes Yuri dan kali ini Sehun menangkup wajah kecil Yuri dengan kedua tangannya yang besar lalu memandanginya dengan senyuman manis di wajahnya.

"Hanya tujuh hari. Itu tidak lama, sayang."

"Tapi.."

"Aku hanya perlu berlatih bersama mereka di Pyeongyang selama tujuh hari dan setelah itu kita akan bertemu lagi. Aku akan membuatmu bangga padaku.", Sehun tidak menyerah untuk membujuk Yuri dan sepertinya yang ini berhasil karena tatapan Yuri terlihat melembut. Wanita itu diam selama beberapa detik lalu menghembuskan nafasnya berat.

"Baiklah, jaga dirimu di sana. Juga, kau sudah membuatku bangga setiap saat walau kau tidak melakukan apapun.", balas Yuri membuat Sehun melebarkan senyumannya lalu menarik Yuri ke dalam dekapannya.

~

Malam sebelum keberangkatan Sehun, Yuri keluar dari kamarnya dan berjalan ke kamar Sehun yang ada di sebelahnya.

Ia pun mengetuk pintu hingga sang pemilik kamar membuka pintu dengan wajahnya yang segar sehabis mandi.

"Selamat malam, Tuan Oh.", sapa Yuri.

"Hm, selamat malam, Yang Mulia.", sapa Sehun balik membuat Yuri berdecak sebal karena panggilannya itu.

"Kau mau pergi?", tanya Sehun saat melihat Yuri sudah rapih dengan pakaian casualnya. Kaos hitam dan celana jeans yang melekat di kakinya yang jenjang.

"Ya.", Sehun mengerutkan keningnya bingung.

"Dan kau juga ikut bersamaku.", ucap Yuri.

"Apa? Kemana?", tanya Sehun.

"Kau akan tahu nanti. Sekarang, gantilah pakaianmu.", Yuri mendorong Sehun masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamar itu saat keduanya sudah berada di dalam.

"Aku akan menunggumu dalam sepuluh menit.", ucap Yuri penuh penekanan dan nada suaranya menunjukkan bahwa ia tidak ingin dibantah.

Sehun pun segera berjalan ke arah tempat berganti pakaiannya dan memilih pakaian casual yang warnanya serupa dengan yang Yuri kenakan.

Ketika ia kembali dilihatnya Yuri sedang berkutat dengan sesuatu di layar ponselnya hingga wanita itu tidak menyadari bahwa ia telah kembali.

Sehun berdeham pelan membuat Yuri mengangkat kepalanya dan menunjukkan senyuman puasnya.

Difficult, But Easy (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang