Difficult, But Easy - 23. Always Be With You

212 39 6
                                        

Suara gemericik air yang menetes di sekitar membuat Sehun membuka matanya perlahan. Hal yang pertama dilihatnya adalah sudut ruangan gelap nan pengap.

Pria itu mengerjapkan matanya berulang kali untuk menyesuaikan dengan keadaan cahaya yang minim di sana. Ia mulai mengedarkan pandangannya dan mendapati Yuri yang masih belum sadarkan diri di tempat yang tidak jauh darinya.

"Yuri.", panggilnya sambil mendekat ke arahnya untuk meraih tubuh wanita itu.

Sehun langsung memeriksa apakah Yuri masih bernafas dan hatinya menjadi sangat lega saat masih mendengar hembusan nafas Yuri ketika ia mendekatkan kepalanya pada wanita itu.

"Yuri.", panggil Sehun pelan karena ia meragukan keamanan tempat mereka kini.

Beberapa kali Sehun mengguncangka tubuh Yuri hingga akhirnya wanita itu bangun dan reaksi pertamanya sama persis dengan Sehun tadi.

"Dimana kita?", tanya Yuri sambil mengedarkan pandangannya terkejut.

"Aku tidak tahu.", jawab Sehun lalu membantu Yuri untuk berdiri.

"Tempat ini..", ucapan Yuri tertahan saat matanya lebih jelas melihat betapa lusuh dan menakutkannya tempat itu.

Di tengah aktivitasnya itu, tiba-tiba Yuri teringat akan lengan Sehun yang tertembak tadi. Ia pun dengan cepat meraih lengan kanan Sehun untuk melihat lukanya membuat Sehun meringis pelan. Untung saja pelurunya hanya menggores sedikit lengannya walau begitu goresannya cukup besar.

"Aish, siapa sebenarnya orang-orang itu?!", omel Yuri penuh emosi.

Suara pintu yang terbuka membuat cahaya masuk ke ruangan minim cahaya itu dan suara derap langkah kaki terdengar, sontak Sehun menarik Yuri untuk berdiri di belakang tubuhnya.

"Siapa kalian?", tidak ada jawaban dari dua orang yang berdiri tegap dengan pistol besar menyilang di depan tubuh mereka yang mengenakan pakaian serba hitam.

"Ahh, sudah sadar rupanya.", ucap salah seorang yang berjalan ke depan menerobos dua orang tadi.

Yuri mengintip dari balik punggung Sehun dan mendapati wajah tiga orang yang tidak dikenalnya itu.

"Bawa mereka ke tempat penampungan.", perintah pria yang menurut Yuri paling menyebalkan itu.

Saat itu dua pria dengan wajah datar menghampiri Sehun dan Yuri. Tentu Sehun hendak melawan namun dua pria itu lebih cepat ditambah kondisinya yang belum prima karena lukanya belum diobati.

Yuri sontak menghempaskan tangan pria yang meraih tangannya dan berusaha memberontak.

"Ikuti saja semua perintahku! Jika kau melawan, ini akan sangat melelahkan.", ucap pria yang memerintah tadi.

"Aish, brengsek!", maki Yuri saat ia berhasil ditangkap dan kini dibawa berpindah ruangan sekilas ia bertatapan dengan sosok pria yang tersenyun miring ke arahnya itu.

Yuri mendengus jengkel terlebih lagi pria yang membawanya terus saja mendorongnya dengan kasar hingga ia dan Sehun dibawa pada satu ruangan yang berjarak kurang lebih lima meter dari ruangan ia dikeluarkan tadi.

Saat pintu dibuka, Yuri dan Sehun langsung dipaksa masuk lalu pintu kembali dikunci.

"Kau tidak apa-apa?", tanya Sehun khawatir namun Yuri justru hanya terdiam sambil mengedarkan pandangannya ke sekitar. Melihat itu Sehun pun melakukan hal yang sama dan terkejut.

Di tempat yang lagi-lagi cahayanya minim itu, ada belasan orang disana yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, kini memandang keduanya sambil terduduk dengan beralaskan karpet tipis nan kotor.

Difficult, But Easy (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang