"Anda ingin bertarung denganku?"
Sehun tentu terkejut dengan serangan yang begitu mendadak dari seorang pria yang bahkan baru dilihatnya detik itu.
"Ya?!", Sehun tahu dia memang bodoh dengan reaksinya saat ini, namun sama sekali tidak tahu bagaimana harus merespon pria yang menantangnya, terlebih lagi informasi tambahannya, dia pernah berkencan dengan Yuri beberapa kali sebelum akhirnya ditolak.
"Aku penasaran tentang 'pria pilihan raja' yang pada akhirnya tidak ditolak oleh yang mulai ratu saat ini.", ucapnya terdengar nada ejekan di dalamnya membuat Sehun merasa jengkel sekali padanya dan harga dirinya seakan terluka karena sosok itu.
"Jangan macam-macam dengan dia, oppa.", suara nyaring namun menenangkan itu terdengar di belakang telinga Sehun. Suasana di tempat itu juga menjadi hening ditambah dengan semua orang di sekitarnya memberikan sikap hormat mereka.
Sehun berbalik dan mendapati Yuri hadir dengan tatapan hangatnya juga senyuman manisnya.
"Yang Mulia, senang melihatmu di sini. Kau terlihat semakin menawan.", Sehun memutar matanya malas saat mendengar nada bicara Soohyuk yang menurutnya sangat dibuat-buat untuk menjilat.
Wanita itu berjalan mendekati Sehun dan menyempatkan diri melemparkan senyumannya pada Tuan Woo sebelum pria tua itu menarik putranya menyingkir dari sana.
"Terima kasih, begitu juga dengan dirimu, oppa.", balas Yuri namun tangannya meraih tangan Sehun lalu menggenggamnya dengan erat.
"Sehun perkenalkan dia Soohyuk, temanku. Dan oppa, dia Sehun, suamiku.", Yuri memperkenalkan keduanya hingga Sehun dan Soohyuk saling bertukar pandang juga saling menjabat tangan.
"Kalau sudah selesai, kami akan pergi mengunjungi tempat lain.", ucap Yuri yang tidak ingin berlama-lama di sana.
Sehun menyadari suasana yang juga tidak terlalu bersahabat di antara Yuri dan pria itu.
"Ayo.", Yuri melingkarkan lengannya pada lengan Sehun lalu membawa pria itu menjauh dari pria berwajah dingin dan tatapannga cukup mengintimidasi.
"Kudengar dia 'mantan teman kencanmu', kau terlihat belum benar-benar melupakannya.", Sehun membuka suaranya saat mereka berjalan menyusuri pinggiran lapangan tempat para prajurit melakukan apel.
"Apa maksudmu?", tanya Yuri terdengar nada bicaranya yang tidak nyaman dengan pembicaraan itu.
"Dia tampan dan kelihatannya prajurit yang tangguh.", Sehun kembali menyahut dengan samar membuat Yuri menatapnya dengan sebelah alisnya yang terangkat.
"Jadi, apa inti dari perkataanmu ini, Yang Mulia Oh Sehun?", Yuri menatap prianya itu lekat berusaha mendapatkan jawaban dari mata lawan bicaranya.
"..mungkinkah..kau cemburu?", Yuri bertanya dengan berani diikuti dengan senyuman jahilnya.
"Bukan, tapi aku tidak suka padanya.", Sehun menjawab dengan tegas pertanyaan Yuri sehingga gadis itu benar-benar tercengang karena dirinya.
"Kita berdebat tentang hal yang tidak perlu.."
"Jadi menurutmu sikapku ini tidak mendasar?", Sehun terlihat marah karena perkataan Yuri itu.
"Ya.."
"Ohh, oleh karena itu, nikmati saja waktu bersama oppamu atau siapapun itu.", Sehun hendak pergi meninggalkan Yuri namun wanita itu menahan tangannya dan berpindah ke depan pria itu.
"Tidak sopan meninggalkan orang yang sedang berbicara denganmu.", Yuri berkata dengan tegas dan kilatan matanya mengungkapkan bahwa ia benar-benar serius.
KAMU SEDANG MEMBACA
Difficult, But Easy (Completed)
FanficKisah seorang putri kerajaan monarki Korea yang jatuh cinta pada seorang perwira perang kerajaan yang mengabdikan hidupnya untuk negara. "Sulit jika kau hanya memikirkannya, tapi akan jauh lebih mudah jika kau mencobanya.", - Oh Sehun. "Aku tidak se...
