Sehun mengambil alih tablet di tangan Yuri sehingga wanita itu kini menatap ke arahnya.
"Kenapa?", tanya Yuri membuat pria itu mengerutkan keningnya.
"Ya?", balas Sehun heran terlebih kebingungannya semakin bertambah tatkala Yuri menunjukkan senyuman manisnya saat ini.
"Yuri, kau baik-baik saja?", tanya Sehun yang dibalas dengan anggukan kepala terlebih dahulu daripada lisan wanita itu.
"Hm. Aku sangat baik-baik saja.", jawabnya.
"Tapi berita ini.."
"Tidak usah dipikirkan.", sela Yuri dengan ekspresi ceria yang mendukung perkatannya.
"Kubilang aku tidak apa-apa. Kau tidak percaya padaku?", tegur Yuri pada Sehun yang masih menatapnya aneh.
"Ayo, eomma dan Yoona pasti sudah menunggu kita lama.", ajak Yuri lalu melingkarkan tangannya pada lengan Sehun.
Keduanya pergi ke ruang makan dan tentu saja reaksi dua orang yang ada di sana sudah sangat diduga oleh Yuri.
"Semuanya, aku baik-baik saja. Jangan terlalu dipikirkan hm?", ucap Yuri membuat Yoona dan ibunya bertukar pandang sejenak lalu sang ibu mendekat ke arah Yuri.
"Benar. Kau baik-baik saja. Sekarang mari makan.", ucapnya dengan tanganya yang mengusap rambut Yuri lembut.
~
Setelah makan malam itu selesai, Yuri pamit kembali ke kamarnya lebih dulu. Sehun pun berniat menyusulnya dan berpamitan pada Ibu Yuri dan Yoona.
Namun baru saja ia keluar dari ruang makan, Dohwan berdiri di depannya sehingga menghalangi jalannya.
"Ada apa?", tanya Sehun.
"Ikutlah denganku sebentar.", ucap Dohwan.
"Tentang Yuri, kau tidak akan menyesal.", tambahnya untuk meyakinkan Sehun.
Akhirnya Sehun pun memutuskan untuk mengikuti Dohwan yang kini membawanya ke ruang seni dimana biasanya Yuri gunakan untuk melukis.
"Temani dia malam ini. Jangan tinggalkan dia.", ucapnya saat mereka sudah berhenti.
"Aku memang akan melakukannya.", balas Sehun lalu terdengar suara helaan nafas dari Dohwan setelahnya.
"Kalau bisa jangan sampai ia meminum obat tidurnya malam ini.", titah Dohwan.
"Baiklah, aku..", belum sempat Sehun menyelesaikan kalimatnya, pintu ruang seni itu diketuk lalu tak lama setelahnya dibuka dan memperlihatkan sosok Yuri.
"Dohwan-ah, kau tidak perlu sampai seperti itu.", ucap Yuri yang sebenarnya mendengar perkataan terakhir Dohwan.
Tadi awalnya ia memang ingin langsung ke kamarnya, tapi meninggalkan Sehun begitu saja membuat hatinya mengganjal, sehingga ia kembali dan mendapati pria itu pergi bersama Dohwan.
"Ma-"
"Sekarang pergilah. Biar aku yang bicara dengan Sehun.", perintah Yuri yang langsung dituruti tanpa keluhan.
Pintu ruang seni itu berdentum pelan saat Dohwan keluar. Kini hanya tersisa Yuri dan Sehun yang saling bertatapan dalam diam.
Beberapa detik berlalu, Sehun terlihat membuka kedua tangannya membuat Yuri menatapnya bingung.
"Mau kupeluk?", tanyanya pada Yuri dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.
Tanpa pikir panjang Yuri berjalan mendekati Sehun dan masuk ke dalam dekapan hangatnya. Dalam beberapa detik wanita itu hanya terdiam hingga beberapa detik selanjutnya terdengar suara isakan tangis keluar dari bibirnya membuatnya juga merasakan kesedihan Yuri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Difficult, But Easy (Completed)
FanfictionKisah seorang putri kerajaan monarki Korea yang jatuh cinta pada seorang perwira perang kerajaan yang mengabdikan hidupnya untuk negara. "Sulit jika kau hanya memikirkannya, tapi akan jauh lebih mudah jika kau mencobanya.", - Oh Sehun. "Aku tidak se...
