Kisah seorang putri kerajaan monarki Korea yang jatuh cinta pada seorang perwira perang kerajaan yang mengabdikan hidupnya untuk negara.
"Sulit jika kau hanya memikirkannya, tapi akan jauh lebih mudah jika kau mencobanya.", - Oh Sehun.
"Aku tidak se...
Yuri dan Sehun berlari sekuat tenaga mereka saat mereka ketahuan oleh para penjahat itu. Beberapa kali Yuri tersandung dan hampir saja terjatuh namun Sehun dengan sigap menahan tubuh wanita itu.
Di tengah pelarian mereka, tiba-tiba Sehun menarik Yuri untuk bersembunyi dari orang-orang yang mengejar mereka.
"Yuri, sekarang dengarkan instruksiku baik-baik.", ucap Sehun namun Yuri terlihat sudah mengerti kemana arah pembicaraan itu makanya ekspresinya menunjukkan ketidak setujuannya.
"Kau ingin memancing mereka?", tebak Yuri yang sepertinya benar adanya karena tidak ada bantahan yang diutarakan Sehun saat ini.
"Jadi, aku pergi sendirian dan meninggalkanmu sendirian?"
"Aku akan menyusulmu nanti.", balas Sehun tapi belum cukup untuk meyakinkan Yuri.
"Tidak, aku tidak akan kemana pun tanpa dirimu.", balas Yuri bersikeras untuk tetap bersama.
"Yuri, dengar aku.", Sehun menangkup wajah Yuri dengan kedua tangannya.
"Di luar sana ada orang-orang yang butuh diselamatkan. Kalau kau juga tidak datang, bagaimana dengan mereka?"
"Tapi.."
"Sst!", Sehun memotong protes Yuri yang hendak dilayangkannya lagi.
"Percayakan saja padaku seperti mereka percaya padamu. Aku akan melakukan yang terbaik.", Yuri mengulum bibirnya pelan ketika ia menimbang-nimbang perintah Sehun hingga akhirnya ia setuju.
"Kau, apapun yang terjadi, teruslah berlari dan pergi ke heli.."
"Lalu bagaimana dengan dirimu?", potong Yuri.
"Apapun yang terjadi, selamatkan dirimu dan mereka lebih dulu. Aku akan menjaga diriku sendiri. Jika aku tidak datang dalam lima menit, kau harus pergi."
"Sehun-ah, aku.."
"Kau adalah pemimpin kami semua Yuri. Jangan lupakan soal itu, seterusnya masih banyak pilihan sulit yang menantimu.", ucap Sehun sebelum Yuri kembali melayangkan protesnya.
"Kau mengerti?", tanya Sehun yang dijawab dengan anggukan kepala pelan oleh Yuri, walau hatinya terasa cukup berat menerima itu.
"Jaga dirimu baik-baik.", ucap Sehun lalu menarik Yuri ke dalam dekapannya.
Yuri menitikkan air mata karena perasaan takutnya. Ia terlalu takut kalau ini menjadi yang terakhir bagi mereka.
"Aku pergi.", ucap Sehun setelah melepaskan pelukannya dan kini menatap manik mata sendu milik Yuri.
Sesaat sebelum Sehun keluar dari tempat persembunyian mereka, Yuri menahan tangan pria itu hingga akhirnya Sehun berhenti dan kembali menatapnya.
"Aku mencintaimu.", ucap Yuri sambil mencengkram tangan Sehun erat seakan tidak ingin pria itu pergi.
"Hm, aku juga.", balas Sehun diikuti senyuman tipisnya sebelum akhirnya keduanya benar-benar berpisah.
#Flashback END#
~
Sehun terus berlarian lalu bersembunyi lalu menembakkan peluru dari pistol di tangannya dan terus saja seperti itu sampai beberapa saat, yaa sampai pelurunya habis. Ia terpaksa baku hantam untuk melepaskan diri dari orang-orang itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.