Difficult, But Easy - 27. Feel So Fine

249 37 8
                                        

Yuri dan Sehun lekas mendatangi rumah sakit kerajaan dimana Yeri di rawat saat ini. Saat keduanya datang, malam sudah sangat larut sehingga tidak banyak dokter dan perawat yang menyambut, hanya yang sedang berjaga saja.

"Bagaimana keadaannya?", tanya Yuri pada salah seorang dokter kepercayaannya yang juga merupakan salah satu temannya sejak kecil.

"Tidak begitu baik. Dia menolak untuk berbicara.", jawab Kim Seokjin yang namanya ditulis jelas pada tanda pengenal yang menggantung di lehernya.

"Kalau lukanya?", tanya Sehun.

"Soal itu dia baik-baik saja, beruntung ia tidak menyayat terlalu dalam, hanya melukai kulit dan tidak sampai merobek pembuluh darahnya.", jelasnya sedangkan Yuri terdiam merenung selama Seokjin berbicara.

Yuri meraih lengan Sehun membuat pria itu beralih menatap ke arahnya. Dari tatapannya, Yuri bisa melihat raut kekhawatiran yang tidak terlalu ditunjukkannya.

"Masuklah dan temui dia.", ucap Yuri membuat Sehun mengerutkan keningnya bingung.

"Bagaimana denganmu?", tanyanya lalu Yuri tersenyum tipis ke arahnya.

"Kau saja, lagipula kehadiranku tidak akan diharapkan olehnya.", jawab Yuri dan menggerakkan tangannya sebagai instruksi untuk pria itu supaya segera pergi ke dalam ruangan dimana Yeri berada.

Sehun pun dengan sedikit berat hati akhirnya meninggalkan Yuri dan masuk ke dalam.

"Kenapa kau tidak ikut?", tegur Seokjin bingung.

"Menurutmu siapa yang ingin menemui seseorang yang membuat kakak satu-satunya pergi untuk selamanya dan membuat ayahnya ditangkap serta diasingkan?", balas Yuri sedangkan Seokjin terlihat menganggukan kepalanya merasa perkataan Yuri masuk akal juga.

Di sisi lain dan diwaktu yang sama, Sehun berjalan perlahan mendekati Yeri yang berbaring di atas tempat tidur dengan tatapan kosong ke arah langit-langit.

"Yeri..", panggil Sehun pelan.

"Pergilah, aku tidak ingin berbicara dengan pengkhianat seperti dirimu.", ucap Yeri sinis membuat Sehun menghela nafasnya pelan.

"Kau sudah cukup dewasa untuk mengerti situasi. Seharusnya kau.."

"Oppa, kau berhanji padaku, kau akan menjagaku. Kau pembohong, kau lebih memilih wanita pembunuh itu.", potong Yeri yang masih enggan menatap Sehun.

"Pertama Suho oppa dan sekarang appa.."

"Cukup!", ucap Sehun cukup keras dan terdengar tegas membuat Yeri terkejut lalu bungkam karenanya.

"Kau sudah sangat keterlaluan.", tambahnya dengan tatapan nanar namun hati Yeri sepertinya sudah sangat mengeras untuk mengerti maksud Sehun.

Yeri terlihat memutar matanya enggan untuk mengakui kesalahannya membuat Sehun semakin naik darah dengan tingkah lakunya.

"Seingatku kau gadis yang baik, Yeri..tapi kau sudah berubah.", ucap Sehun.

"Kenapa kau jadi seperti ini?", Sehun dan Yeri saling bertatapan selama beberapa detik sampai akhirnya Sehun memutusnya terlebih dahulu.

"Aku tahu kau tidak serius ingin mengakhiri hidupmu. Kau hanya ingin mengancam kami.", ucap Sehun dengan nada bicaranya yang berubah dingin.

"Jangan lakukan hal murahan seperti itu lagi, karena jika ingin terjadi lagi, mungkin aku tidak akan peduli lagi."

~

Selagi Sehun menemui Yeri, Yuri dan Seokjin berjalan ke sekitaran rumah sakit yang sudah sangat sepi di malam hari.

Difficult, But Easy (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang