Difficult, But Easy - 5. End of The Day

362 52 20
                                        

Ketegangan antara Utara dan Selatan tidak berhenti sampai di situ. Walau para pencuri itu sudah tertangkap basah mengambil peninggalan sejarah di daerah Selatan, pemerintah Utara terus saja mengirimkan peringatan untuk membebaskan warga negara mereka.

Namun semuanya berjalan dengan lebih baik dan menyenangkan karena keberadaan sang putri selama beberapa hari terakhir.

Sosoknya yang ramah mampu mencairkan ketegangan dan wajahnya yang cantik mampu menjadi pendorong para prajurit untuk lebih bersemangat melakukan tugas mereka.

Pagi itu, seperti biasanya semuanya berjalan dengan baik. Sehun yang hendak pergi untuk menyegarkan tubuhnya, tidak sengaja melihat sosok yang terus saja dibicarakan oleh orang-orang di sekitarnya, kini berdiri di atas batu besar dengan teropong di tangannya.

Diyakininya jika wanita itu kini sedang memantau situasi di depan yang merupakan perbatasan dengan bagian Utara.

Sehun terus saja memperhatikannya dari tempatnya berdiri sekarang. Sambil berjaga kalau-kalau wanita itu terjatuh misalnya mengingat batu yang dipijaknya terlalu terjal juga licin.

Yuri yang sudah selesai dengan kegiatannya, ia pun hendak pergi dari sana dan ia terkejut ketika melihat seseorang yang memperhatikannya itu.

"Ohh?! Selamat pagi.", sapa Yuri diiringi senyuman manisnya lalu ia pun berniat turun dari batu itu walau agak kesulitan.

Melihat kesulitan yang dialami Yuri, Sehun pun mengulurkan tangannya untuk membantu wanita itu turun.

Yuri menatap sekilas uluran tangan itu lalu menerimanya tanpa ragu. Namun karena pijakannya yang salah, Yuri tergelincir dan bisa saja terluka jika Sehun tidak cepat tanggap menarik tangannya sehingga Yuri terjatuh ke arahnya lalu ditangkapnya.

"Ahh, terima kasih.", ucap Yuri lalu melepaskan dirinya dari Sehun dan menjauh dengan sedikit canggung.

"Hm, lain kali jangan naik ke sana untuk memantau, di sana ada menara khusus pemantauan jika kau mau. Kau terlalu ceroboh.", balas Sehun membuat Yuri membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.

"A-apa katamu? Ceroboh? Aku?", tanya Yuri yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Sehun yang semakin membuat Yuri tercengang.

Setelah itu Sehun pun pergi meninggalkan Yuri yang masih mematung di tempatnya.

Menyadari hal itu, Yuri segera mengejar Sehun yang sudah beberapa langkah di depannya dan berjalan di sebelahnya dan ia berusaha menyamakan langkah kakinya dengan Sehun.

"Aku tidak ceroboh, ah tidak maksudku, aku biasanya tidak seceroboh itu. Aku orang yang sangat cekatan.", ucap Yuri penuh percaya diri menjelaskan tentang dirinya supaya Sehun tidak berpikir ia sebagai orang yang ceroboh.

"Begitukah? Syukurlah. Kupikir kau jauh lebih buruk biasanya.", Yuri sampai ternganga mendengar perkataan Sehun barusan namun anehnya ia sama sekali tidak sakit hati karena perkataan yang merendahkannya itu.

"Keberanianmu sungguh patut diapresiasi.", ucap Yuri sambil berjalan dengan kedua tangannya yang di belakang tubuhnya.

"Kenapa? Kau akan menghukumku?", tanya Sehun yang terdengar seperti tantangan bagi Yuri namun wanita itu justru tertawa setelahnya dan tidak memperhatikan jalannya dengan benar.

"Kenapa? Kau akan menghukumku?", tanya Sehun yang terdengar seperti tantangan bagi Yuri namun wanita itu justru tertawa setelahnya dan tidak memperhatikan jalannya dengan benar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Difficult, But Easy (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang