Difficult, But Easy - 8. Shell we start

308 49 9
                                        

Sehun sebenarnya sangat penasaran dengan obat yang dilihatnya tadi, namun ia tidak mungkin menanyakan hal itu langsung pada Yuri padahal jelas-jelas wanita itu terlihat terkejut dan enggan untuk menjelaskan apapun.

"Kau bosan?", Sehun sontak berbalik ke sumber suara dimana Dohwan kini berjalan menghampirinya.

"Sedikit.", jawab Sehun setengah berbohong tentunya.

"Jujur saja, tidak perlu menutupinya. Gongju juga hampir setiap hari merasa bosan dengan tempat ini.", balas Dohwan sambil menatap Sehun dengan intens.

Sementara Sehun justru terkekeh kecil membuat Dohwan mengernyitkan wajahnya heran.

"Kenapa?"

"Bagiku sangat aneh mendengarmu memanggil Yuri dengan sebutan sesopan itu padahal dulu kau justru yang paling sering membantah perkataannya.", balas Sehun sedangkan lawan bicaranya termenung. Ya Woo Dohwan sepertinya menanggung banyak beban dalam pikirannya kini.

"Hyung?", panggil Sehun yang akhirnya menyadarkan Dohwan dari lamunannya.

"Eoh? Maaf."

"Kau juga harus sopan padanya di sini. Itu jika kau memang masih ingin hidup.", ucap Dohwan.

"..dan juga, kusarankan padamu. Daripada terus menoleh ke belakang, akan jauh lebih baik kau perhatikan yang ada di depanmu.", tambahnya lalu pergi setelah menepuk bahu Sehun singkat dan hendak pergi sampai akhirnya Sehun kembali memanggilnya.

"Hyung.."

"Apa?"

"Sangat sulit bagiku untuk melupakannya.", ucap Sehun dan ekspresinya yang tadi dingin kini berubah menjadi sendu.

"Wanita itu menorehkan luka yang begitu dalam pada hatiku.", tambahnya sambil kenangan menyakitkan itu kembali berputar dalam pikirannya.

2 years ago..

Pemakaman itu dihadiri oleh banyak rekan-rekan militer dari mendiang. Semua orang bersiap untuk melakukan upacara perpisahan.

Sehun menjadi salah satu dari perwira yang menghadiri pemakaman seorang rekan sekaligus teman baiknya yang pergi lebih dulu karena suatu teror dari Utara beberapa hari yang lalu.

"Hyung, beristirahatlah dengan tenang.", batin Sehun sedih saat melihat gambar yang tepat berada di depannya.

Sebenarnya hubungannya dan Suho memang agak merenggang karena pengakuan Suho pada Yuri waktu itu dan beberapa bulan belakangan ia juga selalu mendekati Yuri.

Omong-omong soal Yuri, Sehun juga berusaha mencari keberadaan Yuri yang tidak dilihatnya karena wanita itu telah kembali ke istana.

"Apa Yuri tidak bisa datang?", gumam Sehun padahal upacara penghormatan akan dilaksanakan dalam beberapa menit lagi.

Tak lama setelah ia mengatakan itu, tepat sebelum upacara dimulai, wanita yang sejak tadi dicari-cari olehnya akhirnya datang.

Upacara penghormatan terakhir itu pun dimulai. Yuri berdiri di barisan paling depan dan terus saja menatap gambar pria yang kini pergi untuk selama-lamanya.

Ia ingin sekali menangis tapi usahanya dalam menahan tangis itu juga kuat sampai upacara itu hampir selesai dan para tentara yang bertugas mengarahkan pistol mereka ke udara dan menembak searah.

Sehun beberapa kali mencuri pandang pada wanita yang dua baris ada di depannya. Wanita itu berdiri di antara dua petinggi militer dan Dohwan juga berada tidak jauh darinya dan sesekali juga melirik ke arah Yuri.

Ketika upacara itu selesai, Yuri langsung pergi dari sana namun Sehun dengan cepat mengejarnya.

"Yuri!", panggilnya hingga akhirnya wanita itu berhenti dan berbalik ke arah Sehun.

Difficult, But Easy (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang