Difficult, But Easy - 19. Let You Know

268 40 27
                                        

"Yuri! Menjauh dari sana!"

Mendengar teriakan Luhan, Sehun sontak mencari keberadaan Yuri dan ia pun lekas berlari menarik wanita yang berdiri tepat di bawah lampu besar di tengah ruangan itu.

Posisi Sehun berada paling dekat dengan Yuri dibandingkan pengawal yang lain serta Luhan.

Dengan cepat pria itu meraih lengan Yuri dan mendorong tubuh Yuri hingga keduanya bergelinding ke pinggiran ketika lampu gantung itu terjatuh dan mengejutkan semua orang.

Sehun memeluk tubuh Yuri dengan erat serta melindungi kepala waniya itu saat keduanya terjatuh.

Teriakan demi teriakan penuh keterkejutan mewarnai adegan yang semakin dramatis terlebih lagi sosok sang pemeran utama pesta itu yang menjadi objek target kejadian mengerikan itu.

Ketika lampu itu sudah menyentuh lantai marmer di bawahnya, kristal-kristalnya berpencaran dan beberapa mengenai para tamu yang ada di sekitarnya.

Yuri bisa merasakan pelukan Sehun semakin mengerat dan pria itu juga menggunakan tubuhnya untuk melindunginya dari kristal-kristal tersebut.

Beberapa detik setelahnya, para pengawal berdatangan menghampiri Yuri dan Sehun.

"Anda baik-baik saja? Ada yang terluka?", tanya Dohwan khawatir namun Yuri terlihat mematung ketika melihat darah Sehun yang melumuri tangannya kini.

"Yuri..", panggil Luhan yang juga khawatir pada Yuri namun wanita itu merasa lidahnya sangat kelu untuk menjawabnya. Tubuhnya bergetar serta fokusnya menjadi kabur dalam sepersekian detik itu.

Sehun yang berdiri lebih dulu pun kini membantu wanita itu untuk berdiri.

Yeri lekas menghampiri Sehun untuk memastikan keadaan pria itu.

"Oppa, darah.", ucap Yeri saat melihat darah yang mengalir dari belakang kepala Sehun serta punggungnya akibat hantaman kristal tadi.

"Eoh, aku baik-baik saja. Jangan khawatir.", ucap Sehun lalu ia melirik ke arah Yuri yang masih sangat terkejut.

"Pastikan para tamu kembali ke kamar mereka dengan tenang. Aku akan membawanya ke kamarnya sekarang.", perintah Sehun pada Yoona yang baru tiba dengan tergesa-gesa bersama ibunya, lalu Sehun menarik Yuri ke dalam genggamannya dan menuntun wanita itu untuk pergi dari sana juga mengabaikan Yeri yang ditinggalkannya begitu saja.

~

Sehun membawa Yuri ke kamarnya dan hendak pergi untuk kembali ke kamarnya sendiri namun wanita itu menahan tangannya hingga ia kembali berbalik.

"Jangan pergi.", ucap Yuri dengan suara yang bergetar.

"Kumohon.", tambahnya hingga akhirnya Sehun setuju untuk tinggal dan menemani Yuri hingga dokter datang.

Yuri menatap kerah kemeja putih yang dikenakan Sehun sudah ternodai dengan darahnya sendiri lalu ia pun menundukkan kepalanya penuh penyesalan.

"Kau tidak terluka kan?", tanya Sehun yang langsung mengecek sekujur tubuh Yuri.

"Tidak. Aku baik-baik saja. Berkat dirimu.", jawab Yuri lalu ia melepaskan tangan Sehun yang ada di lengannya dan menggenggamnya.

"Tidak apa-apa, kau aman di sini.", ucap Sehun untuk menenangkan Yuri yang masih trauma dengan kejadian tadi.

Tak lama setelahnya dokter yang bekerja khusus untuk kerajaan mengetuk pintu dan Yuri mempersilahkannya untuk masuk.

"Periksa dia lebih dulu.", perintah Yuri yang awalnya ingin ditolak Sehun namun wanita itu sudah bersikeras dan tidak ada yang bisa mengganggu gugat keputusannya.

Difficult, But Easy (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang