Difficult, But Easy - 10. Go Back

311 48 9
                                        

Yuri menangis dalam pelukan Sehun selama beberapa saat sampai wanita itu menyadari perbuatannya dan langsung melepaskan pelukan itu juga menjauhkan dirinya dari Sehun.

"Sudah lebih baik?", tanya Sehun yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Yuri.

"Hm, terima kasih.", balasnya setelah respon sebelumnya.

"Kau pasti lelah. Masuklah ke kamarmu dan beristirahat. Selamat malam.", Ucap Yuri terdengar canggung.

"Tunggu.", cegah Sehun saat Yuri berbalik dan hendak kembali masuk ke dalam kamarnya.

"Ya?"

"Setidaknya aku harus tahu alasan kau menangis.", ucap Sehun membuat Yuri terlihat memainkan jemarinya gugup.

"Aku hanya bermimpi buruk.", jawab Yuri apa adanya namun isi mimpi itulah yang membuatnya gugup di hadapan Sehun.

"Mimpi macam apa hingga membuatmu menangis seperti itu?", tanyanya lagi penasaran membuat Yuri semakin tersudut.

"Hanya mimpi buruk biasa. Kau tidak perlu tahu.", jawab Yuri lalu ia pun buru-buru masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintunya rapat sebelum Sehun kembali bertanya perihal itu padanya.

~

Pagi harinya, Yuri sudah tidak berada di kamarnya melainkan pergi ke kamar Yoona untuk menceritakan tentang malamnya.

"Aku bermimpi hal lain untuk yang pertama kalinya.", aku Yuri membuat Yoona yang terpaksa bangun dan mencuci wajahnya terlihat penasaran dengan perkataan Yuri.

"Benarkah?! Kau tidak melihat mimpi itu lagi?", tanya Yoona yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Yuri.

"Aku berada di suatu ruangan yang semuanya berwarna putih dan Suho berdiri di depanku. Dia tidak melakukan apapun selain menatap ke arahku dengan tatapan hangatnya. Karena itu, aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak menangis.", cerita Yuri dan kali ini Yoona menghela nafasnya pelan karena bukan kabar baik yang diharapkannya.

"Lalu?"

"Entahlah, saat aku tersadar, aku menangis dan saat aku keluar dari kamar, Sehun ada di sana. Tanpa pikir panjang aku menangis dalam pelukannya.", ceritanya.

"Syukurlah ada dia disana.", balas Yoona yang tanpa sadar diikuti dengan anggukan kepala oleh Yuri dan langsung diralat wanita itu selang beberapa detik.

"Menurutku, ini justru buruk. Kehadiran Sehun kembali membuatku semakin menginginkannya. Tidakkah mimpi itu memperingatiku untuk sadar dan tidak melupakan Suho.", ucap Yuri.

"Sudah berapa kali kukatakan padamu, dia mati bukan karena dirimu.."

"Fakta bahwa dia melajukan mobilnya untuk melindungiku dari teror itu, artinya dia mati karena aku.", potong Yuri yang mampu membungkam Yoona untuk sesaat.

"Tapi memang itulah tugasnya. Setidaknya dia pergi dengan kebanggaan dan Kim Suho itu, melihatnya berani mengorbankan nyawanya untukmu, dia pasti mengharapkan kebahagian untukmu.", balas Yoona tidak menyerah mendebat sang kakak.

"Bangkit dan tunjukkan kalau kau adalah penerus kerajaan yang kuat.", ucapnya sebagai penutup untuk meyakinkan Yuri.

~

Hari-hari berlalu begitu cepat. Persiapan pernikahan pun sudah selesai tepat waktu dan tinggal puncak acara yaitu pernikahan Sehun dan Yuri yang akan diadakan dua hari lagi dan hari ini keduanya akan mengadakan konferenai pers.

"Kau gugup?", tegur Dohwan pada Sehun yang sudah selesai mempersiapkan dirinya dan tinggal menunggu Yuri.

"Apa sangat kelihatan?", tanya Sehun yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Dohwan.

Difficult, But Easy (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang