Yuri merasa jauh lebih baik saat ini berkat hiburan dari Chanyeol dan Baekhyun serta perhatian Taeyonh juga Kai padanya selagi mereka sarapan bersama. Tidak lupa Sehun yang bersamanya.
"Terima kasih atas makanannya.", ucap Kai, Baekhyun, dan Chanyeol bersamaan juga membungkukkan tubuh mereka sembilan puluh derajat pada Yuri.
"Eoh, aku senang kalau kalian menyukainya.", balas Yuri.
"Kami akan kembali pada pekerjaan.", ucap Chanyeol untuk berpamitan lalu ketiga pria itu pergi meninggalkan Yuri, Sehun, dan Taeyong.
"Aku juga. Aku ingin menikmati waktuku di istana sebelum kembali pulang ke Jeju.", ucap Taeyong sambil tangannya mengusap lengan Yuri lembut.
"Bersenang-senanglah.", tambahnya lalu pergi dari sana.
"Cih, bagaimana aku bisa bersenang-senang padahal harus menyiapkan banyak hal.", gerutu Yuri jengkel.
"Kulihat salju di taman belum dibersihkan. Kau ingin menghabiskan waktu di sana?", tanya Sehun yang disetujui oleh Yuri.
Keduanya pun berjalan ke arah taman yang sebelumnya sudah mereka lewati.
"Saljunya terlalu tebal.", ucap Yuri ketika melihat jalanan memasuki taman sudah tidak terlihat lagi akibat tumpukan salju.
"Ikuti saja langkahku.", ucap Sehun yang berjalan lebih dulu menginjak salju itu sehingga jejak kakinya terlihat.
Yuri menginjakkan kakinya sesuai dengan langkah kaki Sehun namun perlahan langkah kaki itu semakin melebar dengan sengaja karena Sehun ingin mengerjai Yuri.
"Kau mau mendapatkan tinjuku?", ancam Yuri yang sudah mulai kesal, terlebih lagi ia sudah kewalahan menyamakan langkah kakinya dengan Sehun padahal kaki pria itu lebih panjang darinya.
Sehun tertawa saat melihat Yuri yang berhenti sambil menatap bekas langkah kaki Sehun yang cukup jauh darinya.
"Kemarilah, aku akan menangkapmu.", Sehun mengulurkan tangannya membuat Yuri mengangkat kepalanya.
"Bilang saja kau ingin menyentuhku kan?!", balas Yuri kesal sedangkan Sehun tertawa semakin keras karenanya.
"Ya sudah kalau tidak mau.", pria itu menarik tangannya lagi dan hendak melanjutkan jalannya namun Yuri memanggilnya membuat ia mengurungkan niatnya.
"Sehun.."
"Kenapa? Berubah pikiran?", Yuri menganggukan kepalanya. Posisinya juga sedikit sulit mengingat sudah di tengah. Kembali dia enggan tapi melanjutkan sendiri tanpa bantuan Sehun juga sulit.
"Aku akan melompat.", ucap Yuri dan Sehun pun bersiap untuk menangkap Yuri kalau-kalau wanita itu tergelincir saat berpijak.
Yuri mengambil ancang-ancang dengan perasaan ragu menggerayangi hatinya. Salah sedikit saja ia bisa terjatuh dengan kepala terantuk salju yang mengeras.
"Sehun-ah, kau yakin bisa melakukannya kan?", tanya Yuri.
"Eoh, percayakan saja padaku.", jawab Sehun yang meyakinkan Yuri sambil membuka kedua tangannya.
Yuri pun memutuskan untuk mempercayai pria itu dan langsung melompat ke arah Sehun.
Sesuai dugaannya, pijakannya begiti licin karena lelehan salju dan Yuri hampir terjatuh namun Sehun dengan tanggap meraih pinggang Yuri dan menariknya ke arahnya.
"Lihat, kau berhasil.", ucap Sehun.
"Eoh, berkat dirimu.", balas Yuri lalu keduanya saling bertatapan mesra sampai akhirnya Yuri yang jahil meraih salju dengan tangannya dan melemparkannya ke arah Sehun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Difficult, But Easy (Completed)
Fiksi PenggemarKisah seorang putri kerajaan monarki Korea yang jatuh cinta pada seorang perwira perang kerajaan yang mengabdikan hidupnya untuk negara. "Sulit jika kau hanya memikirkannya, tapi akan jauh lebih mudah jika kau mencobanya.", - Oh Sehun. "Aku tidak se...
