Difficult, But Easy - 24. Lost Pieces

214 41 8
                                        

Malam itu Yuri terus saja merasa resah memikirkan tentang bagaimana caranya mereka keluar. Ia terus saja berjalan bolak-balik di ruangan yang gelap itu.

"Yuri, tidurlah sebentar. Kau butuh istrihat.", bujuk Sehun yang kesekian kalinya dan lagi-lagi diabaikan oleh wanita itu. Sehun pun meraih lengan Yuri dan membuatnya menatap dirinya.

"Kau akan terus keras kepala?"

"Dalam keadaan prima pun, aku kesulitan tidur. Menurutmu aku bisa tidur saat ini?", balas Yuri lalu ia melepaskan tangan Sehun dari lengannya dan kini duduk sambil menyandarkan tubuhnya pada pilar besar di tengah ruangan.

Sehun menghela nafasnya pelan lalu berjongkok di depan Yuri dan menatap wanita itu lekat.

"Aku sangat takut.", ucap Yuri untuk mengutarakan perasaannya saat ini.

"Beberapa saat lalu aku berpikir tentang bagaimana jika aku tidak bisa kembali dan mengukir sejarah sebagai pemimpin yang menghilang?"

"Orang-orang akan mulai mentertawakan anggota kerajaan. Juga mereka, apakah aku bisa menyelematkan meraka?", Yuri mengedarkan pandangannya pada kumpulan orang yang sudah jatuh ke alam mimpi masing-masing.

"Yuri-ya.", panggil Sehun walau Yuri tidak langsung meresponnya.

"Kwon Yuri.", panggilnya sekali lagi hingga akhirnya Yuri menatap ke matanya dengan lekat.

"Dengarkan aku."

"Aku sudah berjanji pada diriku sendiri. Aku akan berusaha yang terbaik. Aku pasti akan mendapatkan caranya. Kau hanya perlu mempercayaiku.", ucapnya dan ia berhasil membuat Yuri terdiam dan kepercayaan dirinya kembali terbangun.

"Kalian pasangan yang sangat serasi.", ucap Jinwoo yang bergeser ke dekat Yuri dan Sehun berada saat ini diikuti Yeonhee di sebelahnya.

"Terima kasih.", balas Yuri dengan senyuman manisnya dan matanya bertemu tatap dengan Jinwoo. Pria itu terlihat tegang saat ini, sontak kini keduanya berlutut di depan Yuri membuat wanita itu terkejut.

"Yang Mulia, ampuni saya yang tidak mengenali kalian.", ucap Yeonhee sedangkan Yuri menatap Sehun dengan keterkejutannya.

"Perjodohan Putri dan salah satu prajurit militer pasukan khusus. Itu yang terakhir kali kulihat di surat kabar.", ucapnya lagi menjawab tanda tanya di wajah Yuri.

"Tidak apa-apa, keadaan kami sekarang juga sama saja dengan kalian di sini.", balas Sehun.

"Kita semua pasti keluar dari sini dengan selamat. Harus.", ucap Yuri.

"Bagaimana caranya? Kau punya rencana?", sahut Yeonhee yang bergabung bersama mereka. Ia tidak sengaja mendengar percakapan mereka.

"Kami berdua menjadi lulusan militer bukan tanpa sebab.", jawab Yuri dengan penuh keyakinan diikuti anggukan kepala dari Sehun.

"Percayakan semuanya pada kami.", ucap Sehun sambil menatap Jinwoo dan Yeonhee bergantian.

"Tapi kami tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Kalian akan membantu kan?", tanya Yuri namun Jinwoo dan Yeonhee saling bertukar pandang untuk menunjukkan keraguan mereka.

"Kalian lebih mengenal semua orang di sini, kita semua harus bekerja sama.", sahut Sehun untuk meyakinkan keduanya.

"Baiklah, apa yang bisa kami bantu?", tanya Yeonhee yang akhirnya setuju untuk bekerja sama.

"Jam berapa kita bisa keluar dari ruangan ini? Mandi atau sekedar mencuci wajah misalnya?", tanya Yuri.

"Itu kami lakukan dua hari sekali dan hari ini kami sudah melakukannya.", jawab Jinwoo membuat Yuri mendesah pasrah.

Difficult, But Easy (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang