Kisah seorang putri kerajaan monarki Korea yang jatuh cinta pada seorang perwira perang kerajaan yang mengabdikan hidupnya untuk negara.
"Sulit jika kau hanya memikirkannya, tapi akan jauh lebih mudah jika kau mencobanya.", - Oh Sehun.
"Aku tidak se...
Ketika derap kaki itu semakin dekat, seseorang dari belakang menariknya untuk bersembunyi bawah meja yang ditutupi oleh kain hingga ke kakinya.
Luhan begitu terkejut namun terpaksa tidak memprotes karena musuhnya tepat berada di depannya.
Setelah pria itu pergi, akhirnya Luhan bisa bernafas lega dan menolehkan kepalanya untuk melihat orang yang menariknya.
"Dohwan-ssi?"
"Sst! Dia belum jauh dan bisa saja kita tertangkap sekarang. Alangkah baiknya kita pergi sekarang.", Dohwan keluar lebih dulu dan pergi dari sana menjauhi ruangan khusus kepala keamanan diikuti Luhan di belakangnya.
"Pulau di arah Barat Itaewon.", ucap Luhan saat mereka sampai di ruangan sepi yang sepertinya adalah tempat biasa para pengawal beristirahat.
"Yuri dan Sehun ada di sana.", tambah Luhan melengkapi perkataannya sedangkan Dohwan terdiam sejenak lalu menghela nafasnya berat.
"Sejauh mana kau mendengarkannya?", tanyanya.
"Tidak banyak. Tapi yang pasti, paman itu dan semua bawahannya adalah pengkhianat.", jawabnya jujur dari apa yang didengarnya tadi.
Dohwan menarik nafasnya dalam sebelum mengeluarkannya menjadi helaan nafas kuat.
"Baiklah, mari kita selamatkan Yang Mulia."
~
Sejak kembalinya mereka ke ruangan penyekapan itu, Yuri terus saja terdiam di ujung ruangan sambil memeluk lututnya.
"Yang Mulia baik-baik saja?", tanya Yeonhee pada Sehun yang duduk di sebelahnya karena Yuri meminta waktu sendiri padanya.
"Dia tidak baik-baik saja.", jawab Sehun.
"Kenapa? Terjadi sesuatu?"
Sehun tidak menjawab pertanyaan Yeonhee itu, ia terus memandangi Yuri yang membelakanginya.
Pria itu pun berdiri dan ia menghampiri Yuri lalu berjongkok di depannya sambil meraih tangannya untuk digenggam hingga Yuri mengangkat kepalanya.
"Cukup, waktu yang kuberikan untukmu merenung sudah habis. Sekarang bukannya waktu untuk itu. Kita harus memikirkan cara keluar dari sini.", ucap Sehun tegas sedangkan Yuri masih terdiam dan tidak berminat membalas perkataan Sehun.
"Kau tidak mengerti dengan apa yang aku rasakan!", balas Yuri dengan meninggikan suaranya namun Sehun tidak terlihat terkejut karena hal itu.
"Aku mempercayai ayah. Dia tidak akan melakukan hal sekeji ini. Tapi, aku tidak percaya, kalau Ahjussi Kim tega melakukan hal ini.", ucap Yuri diiringi isak tangis ringannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tapi aku tidak bisa membencinya. Dia adalah ayah Suho..dan dia sudah bersama kami sejak aku kecil. Bahkan terkadang aku lebih sering bertemu dengannya daripada ayah.", Sehun menangkup wajah Yuri dengan kedua tangannya supaya wanita itu menatapnya.