BAB 5 - WEEKEND

1.2K 216 59
                                        

"Nyenyenyenye..." Satzy meledeknya

Berakhir Keenan mencubit pipi Satzy saking gemasnya.

Tak sadar dengan perilaku Keenan. Satzy dibuat mematung olehnya.

Matanya membulat seketika.

GILA KEENAN NYUBIT GUE?

LANGIT BISA KAH KAU TURUNKAN HUJAN. AKU INGIN MENANGIS TANPA TERLIHAT!

INGIN MENJERIT TANPA TERDENGAR!!

SUMPAH GUE JADI KIKUK BANGET GARA-GARA KEENAN!

Satzy menghembuskan nafasnya. Ia berharap jantungnya bisa diajak kompromi. Serta mulutnya pun ia jaga supaya tidak menjerit sebisa mungkin.

Keenan yang masih tertawa dengan tingkah laku Satzy. Ia pun tak henti-hentinya tertawa meledeki Satzy dengan semburat pipi merah itu.

"IHH KEENAN! GAK USAH PEGANG-PEGANG PIPI GUE!"

"TANGAN LU TUH BANYAK KUMAN!"

"LIAT NOH GUE JADI MERAH-MERAH GARA-GARA LO CUBIT!"

"UDAH GUE BILANG LO TUH ANAKNYA SUKA NGUPIL, CEBOK SEMBARANGAN. PIPI GUE NIH JADI MERAH!" Sembari melihatkan pipi kanannya yang memerah.

Padahal itu bukan karena kulitnya sensitif, tapi itu reaksi dari tubuhnya yang spontan karena Satzy merasa salah tingkah atas perlakuan Keenan.

"Sembarangan kalo ngomong!" Balas Keenan

"Gue cuci tangan 10x sehari! Emang elu abis cebok aja gak cuci tangan!" Ledek Keenan

"IH SIALAN LO!" Satzy pun mencubit balik tangan Keenan.

"Aduh sakit banget bege! Tangan gorila sih jadi gitu!" Kata Keenan yang tangannya lebih merah karena di cubit Satzy

"EHH LU PADA NGAPAIN RAME BANGET SAMPE KEDENGER KE JAHANAM!" Teriak Liam, bersama dengan Feby dan Revaldo sembari membawa beberapa makanan dan minuman.

"Lebay banget kedenger sampe jahanam!" Kata Keenan

"Iya kan elu di neraka gue di surga!"

"Tau tuh si Keenan masa abis makan sambel  tangannya malah nyubit gue kan jadi merah-merah!" Kata Satzy

"Dahlah ribut mulu kalian Kek kucing sama kuda!" Balas Liam

"Kucing mana bisa ribut sama Kuda liam!" Balas Feby

"Iya juga ya"

"HALAH DASAR BEGO!" Revaldo menoyor kepala Liam

"ANJING REVAL! INI PONI GUE ABIS GUE SEMIR SELAMA 7 HARI 7 MALAM SIALAN!"

"Gue capek Liam punya temen kaya lo!" Kata Revaldo

"BANYAK BACOT JADI PERGI GAK?!!!" Satzy membentak Liam dan Revaldo

"Tau tuh ribut mulu!" Ketus Feby

Mereka pun pergi menuju parkiran. Seperti biasa mereka menaiki mobil milik Revaldo si anak sultan Se-SMA Cendekia. Revaldo merupakan anak semata wayang dari seorang pengusaha besar bernama Gautama.

Ya, Gautama adalah nama ayah Revaldo. Karena saking sultannya cewek pun tak berani mendekatinya. Bukan karena tak menyukai Revaldo, tapi mereka dibuat insecure oleh harta kekayaannya. Padahal Revaldo tak pernah memandang seorang cewek dari apapun. Ia murni menyukai seseorang dari hatinya. Namun sampai saat ini belum ada yang mampu bersanding dengannya.

Setelah beberapa menit diperjalanan akhirnya mereka pun sampai di Markas besar the five star!

Ala-ala Piknik mereka membawa kain sebagai alas untuk mereka duduk di atas rumput. Juga membawa makanan dan minuman bak sedang berpiknik ria.

KEENAN & MONOKROMCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang