Revaldo memarkirkan mobil Pajero Sport berwarna hitam miliknya. Ia mengambil kunci mobil itu, lalu memasukkannya ke dalam saku. Sampai ia tiba di rumahnya, tiba-tiba di kagetkan dengan suara pecahan kaca.
PYARRRR
Guci-guci dengan dilabeli harga motor ninja 250 rr itu pecah berserakan di lantai. Hingga membuat Revaldo bertanya-tanya, apa yang terjadi di rumahnya barusan?
Matanya memicing pada kedua orang yang sedang berseteru di ruang tamu. Ya, dua orang itu Mama dan Papa Revaldo. Mereka kerap sekali mengecohkan suasana. Lagi-lagi Revaldo harus menyaksikan pertengkaran antar kedua orang tuanya itu. Sakit sekali rasanya melihat orang tua yang terus menerus bertengkar tanpa ampun, tanpa memikirkan perasaan anaknya.
"Mah, Pah!!" pekiknya. Revaldo berjalan menghampiri mereka. Ia menyela, "Ada apa lagi, sih?" ujar Revaldo.
Tak ada jawaban yang keluar dari mulut keduanya, yang ada hanya tangisan dari mulut Mama nya, Gina.
Gina, Mama dari Revaldo itu menangis ke dalam pelukan anak semata wayangnya. "Papa kamu, Val ... Papa kamu ... " rintihnya sambil menangis.
Revaldo menghembus nafas berat, ia pasrah pada keadaan kedua orang tuanya. "Kenapa lagi, Pah? Gak capek nyakitin Mamah terus?" ucap Revaldo membuat Papahnya terdiam.
"Papah kamu lagi-lagi selingkuh, mamah capek kalau harus terus kayak gini."
Beni mengangkat tangan hendak melayangkan pukulan atas tuduhan Gina, "HEI!!! JANGAN ASAL BICARA KAMU, YA!!!" celaknya.
Revaldo menghampiri ayahnya yang tengah melayangkan pukulan pada mamahnya. Ia dengan gesit mencegahnya.
"PAH, APAAN SIH!"
Lelaki itu pun mengurungkan niatnya.
"KALAU BUKAN KAMU YANG SELINGKUH, FOTO WANITA YANG ADA DI PONSEL MU ITU SIAPA?!!!" teriak Gina.
"ITU REKAN KERJA SAYA, KAMU JANGAN ASAL NUDUH!" Beni tak mau kalah, ia merasa dirinya tidak salah.
"FOTO YANG GAK PAKE BAJU ITU REKAN KERJA NAMANYA?" jeritnya histeris, membuat Revaldo geleng-geleng kepala.
Harta banyak, rumah mewah, mobil mewah, dan kekayaaan lainnya tak cukup bagi Revaldo. Ia merasa tak cukup, karena bukan ini sebenarnya yang ia mau. Rumah mewah, tapi serasa miskin. Ia miskin akan kasih sayang dari mama papahnya, ia tumbuh dengan seribu luka, ia tumbuh sebagai anak yang setiap harinya harus menyaksikan perdebatan mereka.
Rasanya, semua harta itu tak penting, tak bisa Revaldo nikmati bila hanya kekacauan yang menimpa keluarganya.
"KALAU KAMU MASIH SEPERTI ITU, LEBIH BAIK KITA PISAH!"
Kalimat 'Pisah' adalah kalimat yang tidak pernah Revaldo ingin dengar. Ia ingin orang tuanya baik-baik saja, ia ingin keluarganya tetap utuh, ia ingin mendapati kasih sayang dari keduanya.
"Mah, Pah, cukup!!" tegas Revaldo. Ia menahan sekuat tenaga agar tidak menangis di depan keduanya.
"Masalah ini selesaikan berdua, jangan dengan emosi, tapi dengan kepala dingin. Valdo mohon, jangan bertengkar lagi, capek rasanya liat kedua orang tua yang terus bertengkar. Valdo cuma pengen mama sama papa akur itu aja."
Setelah mengucapkan kalimat itu, Revaldo buru-buru menaiki anak tangga menuju kamarnya. Ia tak mau lagi menyaksikan perdebatan mereka yang membuat hatinya sesak. Sungguh, revaldo tak ingin mereka seperti ini. Ia hanya ingin keluarga yang penuh kasih sayang, tanpa ada pertengkaran apapun.
●●●
Keenan menatap Satzy yang tengah berbaring itu dengan seribu pertanyaan di benaknya. Kekhawatiran yang terus menghantui Keenan, tentang penyakitnya yang mungkin saja akan terus memggerogoti tubuhnya tanpa ampun.
KAMU SEDANG MEMBACA
KEENAN & MONOKROM
Fiksyen PeminatCatatan tentang perjalanan Keenan bersama dengan ke-empat sahabatnya. The five star, forever life! Keenan, Satzy, Liam, Feby, Revaldo. colaboration podcast suaraibra & syzygyhan as a writer. cp Oktober 2021 RANK ☑ #1ceritabagus in 14 oct 2021 #1ceri...
