Bara sedari tadi memperhatikan tingkah gadis disampingnya. Sejak Bara melihat gadis yang ia ketahui namanya Natha di ruang Kepala sekolah, sampai detik ini Bara tidak bisa berhenti mengalihkan pandangan darinya. Ada sesuatu yang membuatnya tahan berlama-lama menatap Natha. Ada sedikit kerinduan yang hilang saat matanya beradu pandang dengan gadis yang tingginya hanya sebahu itu. Bahu milik bara tentunya. (Natha itu tinggi, tapi si Bara lebih tinggi.)
Tindakan Bara sepertinya membuat Natha canggung, dan Bara menyadari itu. Natha awalnya menarik Bara dari ruang Kepala sekolah ke luar. Setelah itu, dengan cepat, Natha mengontrol ekspresinya. Natha mengulurkan tangan pada Bara, mengajaknya berkenalan, lalu disambut baik oleh Bara. Saat kedua tangan mereka bersentuhan, ada gelenyar aneh yang Bara rasakan, sama seperti saat mereka pertama kali bertatapan. Bara ingin mencari tahu, tapi ia urungkan.
"Lo kelas apa?" Bara memulai percakapan lebih dulu.
"Demi ape ni bunglon ngajak gue ngomong? Bukannya di novel dia bisu ya, kalo sama cewek?"
'Sejak kamu masuk novel, alurnya sudah berubah Nath.'
Natha mengangguk setuju dengan perkataan sistem.
"Ko malah ngangguk? Lo kelas berapa?" Ucap Bara sekali lagi. Ia agak kesal dengan Natha.
"Eh, apa?" Kesal yang Bara rasakan seketika hilang melihat wajah Natha yang menampilkan raut polosnya. Bara menipiskan bibirnya. Kemudian bertanya kembali pada Natha.
"Gue tanya, lo kelas berapa?" Ucapnya.
"Ohh, gue kelas sebelas IPS 3. Kalo lo?"
"Sama."
"Oke, ok- hah!?" Natha terkejut menyadari bahwa kelas sebelas ips 3 adalah kelas para tokoh utama. Kelas Bara, Reyyan dan Nathan.
"Sistem, lo tau kalo mereka sama gue sekelas?"
'Tau Nath.'
"Kok lo gak bilang sih?"
'Demi misi Nath'
"Sistem asu!" Natha mendengus mendegar jawaban sistem. SeharusnyaNatha sadar bahwa di dunia ini, ada sistem yang maha tau. Ahh sudah lah.
Bara terkekeh melihat Natha yang seperti orang bodoh. Wajahnya sangat menggemaskan menurut Bara, ingin sekali Bara mengarungi Natha.
Natha sadar Bara sedang menertawakan ekspresi bodohnya. Sekali lagi Natha mendengus kesal.
"Ayo cepet, anterin gue. Lo lagi jamkos kan? Gue pen keliling nih sekolah biar ga nyasar." Ucap Natha memerintah yang dibalas anggukan ringan oleh Bara.
Mereka berjalan beriringan mengelilingi sekolah, mulai dari lantai 1-3.
Saat ini mereka berada di kantin kelas sebelas. SMA ANGKASA menurut Natha sangatlah luas. Natha saja merasa kelelahan setelah mengelilingi sekolah ini.
Kantin terlihat ramai karena memang sekarang waktunya istirahat. Kantin yang tadinya terdengar berisik seketika hening melihat kedatangan Bara dengan seorang gadis asing bahkan tidak memakai seragam sekolah. Bisik-bisik tak mengenakan pun mulai terdengar. Begitu juga dengan dugaan-dugaan yang tidak benar.
Itu Bara, sama cewek? Waw emejing
Ceweknya siapa anjir
Keknya tuh cewek murid baru deh
Masa sih murid baru, murid lama kali
Yakali murid lama bisa senempel itu sama Bara
Iya juga, murid baru deh keknya
"Itu murid baru, tadi gue liat dia keluar ruang kepsek sama Bara."
Mika, murid kelas sebelas yang kebetulan melihat Bara dan Natha dari ruangan kepsek bersuara agar acara pergosipan selesai. Sayangnya dugaan-dugaan lain kembali bermunculan setelah suara Mika terdengar.
Demi apa Bara deket sama cewek?
Apakah ini tanda-tanda?
Tanda kiamat?
Bukan lah tolol, tanda-tanda gue harus mundur deketin Bara ini mah
Owallah, begitu ternyata
Bara membawa Natha ke arah meja nya yang sudah terisisi oleh makanan yang dipesan teman-temannya.
"Widihh, Babangbara kesambet apa nih? Bawa cewek ke kantin, mana sambil megang tangannya. Ucap cowok berwajah imut yang sedang mengemut permen milkita.
"Tem, ini Vero? Yang gemesin itu? Gue pen gigit masa." Natha sudah mengigit bagian dalam kedua pipinya karena gemas dengan Vero, si cowok berwajah imut.
'Benar Nath, tapi kamu tidak boleh menggigitnya.'
"Kenapa?"
'Saya takut Vero terkena rabies'
"Bangsat! Awas lo yah!"
Natha memandangi kedua teman Bara, menyesuaikan dengan deskripsi yang ia baca di novel. Vero Perardi, cowok berwajah imut penyuka permen. Sedangkan yang satunya lagi bernama Kenan Alamsyah, cowok berkacamata yang hobi membaca novel. Natha menutup mulutnya menahan tawa.
Perbuatan Natha membuat ketiganya menatap Natha heran.
"Lo oke?" Ucap si penyuka permen.
"Gue oke kok, cuma agak gemes aja sama lo. Kok bisa lo punya muka imut gitu?"
"Bisa dong, mampi sama papi kan bikinnya sepenuh hati." Vero bangga dengan hal itu.
"Hahahaha, garing banget." Ucap Natha
"Emang gak jelas si Vero, biarin aja." Celetuk Kenan
"Gak jelas apaan sih? Lo tuh yang gak jelas. Tiba-tiba nyambung aja kek tiang listrik." Sindri Vero.
"Berisik, makan." Natha, Vero dan Kenan seketika terdiam lalu makan setelah mendengar Bara bersuara.
"BARAAA! Sayang, aku bawa bekal buat kamu." Sendok berisi makanan itu seketika tidak jadi masuk ke mulut Natha karena mendengar teriakan gadis yang iya yakini Rayana. Si Antagonis yang egois dan bodoh.
Rayana menatap Natha dengan sinis, kentara sekali takut tersaingi. Sedangkam yang ditatap, kini fokus pada makanannya.
Rayana menarik tangan Bara, kemudian memeluknya dengan erat.
"Bara sayang, dimakan dong bekalnya. Aku yang bikin loh. Cobain yah." Pinta Rayana pada Bara namun tidak di hiraukan.
Rayana memandang randah Natha, Rayana pikir Natha tidak penting. Jadi Rayana biarkan saja Natha mendekati Bara. Natha melihat pandangan Rayana yang tertuju padanya. Kemudia Natha berinisiatif mengenalkan diri.
"Gue Natha, murid baru disini. Salam kenal."
Anak-anak di kantin terdiam melihat perbuatan Natha. Dalam batinnya, mereka sudah menebak hal apa saja yang akan terjadi pada Natha karena berani mengusik Rayana.
Rayana sendiri ingin sekali menggertak Natha, namun sebelum itu, Rayana terpesona oleh wajah imut nan polos milik Natha. Rayana merasa Natha seperti adiknya. Rayana menjabat tangan Natha, kemudian memperkenalkan dirinya.
"Gue Rayana Bagaskara, salam kenal juga." Ucap Rayana yang seketika membuat anak-anak di kantin tidak percaya.
Ini kan belom awalan kok si Rayana disini sih, eh tapi si Rayana emang dah suka sama Bara dari dulu kan?
"Sistem, status gue gimana?"
Ting!
Nama : Anathaya Leonara Reinhard
Status : Jomblo, Siswa, Orang Kaya Baru
Peran : Tidak ada
Misi : Berkenalan dengan beberapa tokoh (tanpa batas minimal)
Hadiah misi : Bertambahnya koleksi cogan
Poin : 12.000
Daya Tarik : 35%
Kecantikan : 45%
Kecerdasan : 65%
Kemampuan : Banyak
"Mayan lah ya, poin gue banyak juga."
'Iya Nath.'
................................................................
Finally part selanjutnya meluncur👏🏼
Tandain yang typo ya gaiss, ntar di revisi.
Janlup vote n comment
Thank u💙
Fyi aja, seharusnya dialog Natha sama sistem tuh jawabn dari sistemnya aja yang miring. Yang Nathanya biasa aja gituu. Cuma tadi agak lupa🙃 jadi mohon di maklumi yaa. Nanti di revisi lagi pas tamat.
KAMU SEDANG MEMBACA
EXTRA CHARACTER [END]
FantasyTRANSMIGRASI STORY #1 TYPO BERTEBARAN REVISI PAS ADA MOOD😌 TETEP VOTE KALOPUN NI STORY DAH END Story ini lumayan cringe+ dibuat pas gue gabut. Jadi kalo ada yg ga masuk akal atau ga nyambung, ya maap:( Jangan ngarep banyak sama ni story. Isinya amb...
![EXTRA CHARACTER [END]](https://img.wattpad.com/cover/288711466-64-k887965.jpg)