Halo kawand~
Tau gasii? Sebenernya gue tuh agak insecure tiap mau up:v
Tpi diterobos aja.
Pulang sekolah kali ini, para siswa tidak pulang ke rumahnya masing-masing melainkan pergi ketempat yang ditentukan untuk melakukan belajar secara kelompok.
Sialnya, Aluna satu kelompok dengan Natha. Bukan hanya Aluna, melainkan semua tokoh utama.
Mereka semua memutuskan untuk mengerjakan tugasnya di rumah Natha.
"Mm, itu, Natha gue bareng lo ya? Gue gabisa naik motor." Aluna menghampiri Natha yang baru membuka pintu mobilnya.
"Masa naik doang gabisa sih? Kan yang bawa orang lain." Ucap Natha sambil mendelik.
Aluna menggigit jarinya, ia terlihat berpikir.
"Gue kan bareng lo, biar langsung ke rumah lo Nath." Ucap Aluna kekeh.
"Kan kerkomnya di rumah gue, yaiyalah ke rumah gue. Masa ke rumah lo." Balas Natha.
"Ada apa?" Nathan yang duduk diatas motornya bersuara.
Aluna tersenyum senang karena ia merasa mendapat pembelaan. "Gue pengen bareng sama Natha, soalnya gue gabiasa naik motor." Adu Aluna pada Nathan.
"Noh mumpung ada Nathan, lo bareng dia aja. Tadi pagi lo dibonceng dia kan?" Natha teringat gosip yang didengarnya tadi pagi. Sebenarnya ia bingung, kenapa Nathan mau membonceng manusia sejenis Aluna yang memiliki tingkat kepercayaan super tinggi.
Aluna gelagapan mendengar ucapan Natha. "Nath, gue pen bareng sama lo. Gue mau ngerasain naik mobil mewah." Gadis itu menunduk merutuki dirinya yang baru kepikiran dengan alasan itu.
"Apa sih!? Ngotot banget pengen naik mobil gue. Lo mau ngapain hah!? Ngedrama lagi seolah-olah gue nyakitin lo!? Lo dah pernah naik mobil gue Lun." Natha benar-benar geram dengan kelakuan tokoh utama yang katanya bercitra baik ini.
"Lo gabisa ngomong baik-baik Nath? Aluna kan cuma pengen naik mobil lo. Lagian lo ngapain ungkit yang udah-udah?"
Natha terperangah mendengar suara pria yang pernyataan cintanya ia tolak. "Denger ya Than, gue gaakan pernah bisa bersikap baik sama orang yang mau ancurin citra gue. Dari awal harusnya ni anak udah di DO, tapi dia dikasih keringanan. Harusnya tau diri dong, bukan malah makin menjadi gangguin gue." Ucap Natha, gadis itu menyilangkan kedua tangannya diatas dada.
Nathan terdiam mendengar ucapan Natha, sungguh ia tidak bermaksud seperti itu, tapi Nathan harus melakukannya.
Nathan tidak tahu bahwa Natha mampu menyelesiakan masalahnya sendiri.
Gadis mungil itu melempar kunci mobilnya pada Aluna. "Nih, lo mau naik mobil ini kan? Berhubung gue KAYA, jadi gue KASIH ni mobil." Natha berlalu begitu saja meninggalkan Aluna yang menahan marah.
Omaigat si miskin ngemis mobil ke Natha dong
Mana mobil kesayangan Natha
Gatau diri emang
Nyebelin banget sih
Muka doang kek polos, kelakuan nyebelin
Bla, bla, bla
Berhubung waktunya pulang, parkiran menjadi ramai dan semua siswa yang melihat adegan itu langsung membicarakan Aluna.
Didepan Sekolah
Natha menoleh kekanan dan kekiri mencari taksi yang lewat, ia agak menyesal karena memberikan mobilnya pada Aluna. Tapi Natha sangat kesal pada Aluna.
KAMU SEDANG MEMBACA
EXTRA CHARACTER [END]
FantasyTRANSMIGRASI STORY #1 TYPO BERTEBARAN REVISI PAS ADA MOOD😌 TETEP VOTE KALOPUN NI STORY DAH END Story ini lumayan cringe+ dibuat pas gue gabut. Jadi kalo ada yg ga masuk akal atau ga nyambung, ya maap:( Jangan ngarep banyak sama ni story. Isinya amb...
![EXTRA CHARACTER [END]](https://img.wattpad.com/cover/288711466-64-k887965.jpg)