20

12.9K 1.8K 336
                                        

Gue triple up gaiss yuhuu✨
Tandain typo yaa.

Aluna menundukkan kepalanya, ia tengah berada dihadapan guru BK dan kepala sekolah. Gara-gara Natha, kini ia berada disini.

"Jadi Aluna, kamu sudah tau apa kesalahan kamu?" Ucap guru BK

Aluna meremas kedua tangannya. Ini bukan kesalahannya, ini semua kesalahan Natha.

"Saya gak ngelakuin apa-apa bu." Jawab Aluna jawab Aluna dengan tidak tahu dirinya.

Guru BK sejenak menghela napasnya.

"Kamu sudah menyebarkan berita hoax dan itu bisa disebut mencemari nama baik. Belum lagi seluruh siswa menjadikan tindakan kamu sebagai bahan perbincangan. Bagaimana jika orang luar atau sekolah lain tau, bahwa di sekolah ini ada seorang siswi yang tidak waras!?" Kepala sekolah meluapkan kekesalannya.

"Kamu bahkan tidak mengakui kesalahan kamu, Aluna." Guru BK menggeleng tidak percaya. Salah satu murid berprestasi dihadapannya bisa berbuat demikian.

Aluna semakin menunduk, menahan marah dan kesal pada Natha.

Aluna tidak salah.

Semua ini karena Natha.

"Perlu kamu ketahui Aluna, Natha memasuki sekolah ini karena ia mampu membayar. Jika saya harus memilih, saya akan memilih Natha dibanding kamu." Ucap Kepala sekolah yang memang sangat mencintai sesuatu bernama uang.

"Sekolah ini tidak akan rugi jika kehilangan seorang murid seperti kamu." Lanjut Kepala sekolah. Memang tidak rugi, karena kebanyakn muridnya yang kaya raya adalah murid yang ambisius dan terpelajar.

Aluna menatap kepala sekolah tidak percaya. Kepala sekolah yang biasanya tersenyum saat ia membawa piala, mengucapkan kalimat yang menyakitkan bagi Aluna. Kepalan tangan Aluna semakin dalam, bahkan ada sedikit darah yang keluar karena kuku Aluna agak panjang.

"Pak, saya sarankan agar mencabut dahulu beasiswa milik Aluna. Kita beri kesempatan bagi Aluna agar tetap berada disini. Bagaimanapun juga, Aluna sudah beberapa kali menyumbangkan piala pada sekolah." Guru BK yang sedari tadi diam memperhatikan, kini bersuara.

Aluna menatap guru BK dihadapannya. Ia ucapkan terimakasih dalam hatinya karena guru BK mau menolongnya.

"Seharusnya Ibu tahu, bahwa Aluna masuk kesini lewat beasiswa. Itu tandanya ia tidak mampu membayar. Apalagi jika beasiswanya dicabut. Darimana Aluna bisa membayar biaya sekolah?" Kepala sekolah kembali berkata pedas.

"Saya paham pak, tapi sekolah lain akan berpikir yang tidak-tidak jika kita mengeluarkan Aluna sekarang. Bukankah para murid sedang membicarakan perbuatan Aluna?." Jelas Guru BK yang selalu mementingkan citra sekolah.

Sekedar informasi, Kepala sekolah dan Guru BK adalah pasangan suami istri. Tidak ada siswa di ANGKASA yang mengetahui hal itu.

Aluna menarik kembali ucapan terimakasih yang ia katakan dalam hati. Aluna kembali menatap tidak percaya dua orang dihadapannya ini. Hanya karena menyebarkan rekaman, Aluna terancam di D.O, beasiswanya bahkan sudah dicabut. Gadis itu menggeram karena tidak bisa membalas ucapan kepala sekolah atau guru bk. Sekarang, sekolah ini sungguh menyeramkan baginya.

Aluna merasa semuanya sudah kacau, tidak sama lagi seperti dulu. Aluna ingin mengutuk siapapun yang membuatnya kembali pada kehidupan ini. Aluna tidak terima jika harus menjalani hidup susah dan serba kekurangan. Hanya satu penyebab semua ini,

Natha.

Aluna harus menyingkirkan Natha, dia yakin bahwa Natha yang mengacaukan semuanya, membuat Rayana dekat dengannya hingga tidak mengejar Bara lagi, juga menarik perhatian Reyyan dan Nathan agar tidak berpaling pada siapapun. Sungguh, Natha sangat licik. Natha sudah merebut semua yang ia dapatkan dulu. Aluna membenci Natha.

EXTRA CHARACTER [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang