23

12.5K 1.9K 302
                                        

Hai, gue up😊
Akhirnya Natha punya ortu😩

Nahta menompang dagunya dengan tangan kanan. Saat ini ia berada di sebuah kamar dengan warna merah muda yang mendominasi. Jelas, Natha bergidik ngeri melihatnya. Ini bukan selera Natha. Untungnya, keinginan Natha untuk merubah warna kamar, disetujui oleh sang ayah. Iya, Ayahnya. Pria tua tapi belum terlalu tua itu, atau pria yang sepertu sugar daddy itu adalah ayahnya. Sedangkan laki-laki yang memeluknya dan yang terbaring di bankar adalah kakak kandungnya. Natha diminta untuk tinggal bersama mereka.

"Sistem, kok bisa sih gue punya orang tua disini? Bukannya fisik gue yang sekarang itu sama persis kaya yang di dunia gue sebelumnya?" Tanya Natha pada sistem.

'Apakah Natha percaya jika seseorang memiliki kembaran? Setidaknya tujuh kembaran.' Tanya sistem.

"Mau bilang gak percaya, tapi jodoh gue Tay Tawan aja punya kembaran. Ya meskipun kembarannya lintas negara sih." Ucap Natha.

"Tapi masa iya sih, gue punya kembarannya beda dunia? Gak lucu banget." Lanjutnya.

'Setidaknya hidup Natha disini sangat nyaman.'

Natha menghela napas, kemudian menaruh kepalanya diatas meja, lalu memejamkan matanya.

Hari ini sangat mengejutkan baginya.

Hidupnya sudah seperti sinetron yang berjudul 'Aku menabrak kakakku lalu menemukan keluargaku.'

Flashback

"Eh, eh, apaan nih?" Ucap Natha sambil mendorong laki-laki yang memeluknya.

"Maaf ya om, tapi saya udah lama hidup sendiri. Gak tau juga dimana keluarga saya." Natha berusaha menjelaskan.

Laki-laki itu melotot mendengar ucapan Natha.

"Ffffft." Tawa yang ditahan itu terdengar dari sosok yang berada di bankar, Andra, panggilannya.

"Om, kamu bilang!? Aku itu lima tahun diatas kamu!" Ucap laki-laki itu.

Natha meringis mendengarnya. "Ya, abis mukanya kaya om-om pedo."

Laki-laki itu seketika menjatuhkan rahangnya. Seperti pedo katanya? Hei, wajah turunan ayahnya ini bahkan bisa menarik perhatian banyak gadis diluaran sana.

"Udah kak, ngalah aja." Ucap Andra.

"Iya, yang tua ngalah sama yang muda." Natha menyetujui ucapan Andra.

Laki-laki yang lebih tua dari Natha dan Andra beberapa tahun itu, menghela napasnya pelan. Sepertinya, mulai sekarang ia harus ekstra sabar karena adiknya yang lain memiliki sifat yang tidak jauh berbeda dengan Andra.

"Pokoknya kamu, Anatha, kamu adik aku. Gaada bantahan!" Ucapnya tegas.

Natha menggelengkan kepalanya, "Gak bisa gitu dong. Gaada buktinya juga."

"Ada." Ucap pria yang sedari tadi diam.

Mendengar suara itu, nyali Natha kembali menciut.

Natha berusaha agar suaranya tidak terderngar gugup. "Mana buktinya?" Natha menyodorkan tangannya.

Pria itu memberi Natha sebuah map, dengan cepat Natha membuka map itu dan membaca isinya.
Sebuah kertas berisikan hasil tes DNA antara dirinya dengan pria dihadapannya. Hasil tes itu menyatakan bahwa Natha adalah putrinya.

Natha memicingkan matanya curiga, "Kapan om tes DNA? Perasaan tadi pas pertama ketemu, om gak jambak rambut saya." Ucapnya.

Pria dihadapannya itu terkekeh melihat ekspresi putrinya yang menggemaskan.

EXTRA CHARACTER [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang