003: Pertemuan Pertama

851 95 8
                                        

Hari berikutnya tiba dan Nada melangkah memasuki sebuah area mall tak jauh dari kantornya, tempat yang Ia dan pria yang mengaku bernama Senaru itu berjanji untuk bertemu. 

Meskipun Ia masih cukup kesal dengan sikap pria itu semalam, tapi sedikit banyak, Ia cukup penasaran akan seperti sosok Senaru sesungguhnya. 

Setelah berdebat semalam, pada akhirnya Ia setuju jika mereka bertemu di salah satu restoran di dalam mall tak jauh dari kantor Nada, hitung-hitung sekalian Ia membeli makan siang. 

Tuk...

Tuk... 

Nada mengetuk-ngetukkan jarinya di atas buku tahunan usang itu setelah membeli makanan take away. Masih mencoba menerka-nerka, seberharga apa buku ini bagi Senaru sampai Ia rela bertemu seperti ini. 

Bruk!

Di tengah lamunannya, perhatian Nada teralihkan oleh seorang anak kecil cantik jelita kira kira berusia dua tahun, terjatuh di dekatnya. 

"Ouwh!" Nada lekas bangkit dan kemudian berjongkok di dekat anak itu, membantu nya berdiri, "Kamu nggak apa-apa?" Tanya gadis itu sambil menepuk-nepuk dress anak itu.

"Aluna?? Ah itu dia!" Suara lainnya kemudian terdengar. Seorang pria muda yang sepertinya mencari anak itu, mendatangi mereka. 

"Aluna!" Seru pria itu. 

Nada menoleh dan mendongak menatap pria itu. Ia lekas terbangun dan berdiri. "Ah tadi dia jatuh di dekat si--" 

Nada terdiam sejenak menatap pria itu yang sekilas terasa familiar baginya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Nada terdiam sejenak menatap pria itu yang sekilas terasa familiar baginya. Pria itu juga menatapnya dengan tatapan tak percaya. 

"S-Sorry?" Gumam Nada menegur pria itu.

"Ah! S-sorry!" Ucap pria itu tersentak dari lamunannya dan lekas menggendong anak kecil itu.

"Dicariin kemana-mana." 

"Ah tadi dia jatuh di sini." Ujar Nada menunjuk spot di mana anak kecil bernama Aluna itu terjatuh. "Tapi aku udah cek, dia nggak terluka."

"Ah..thank you." Balas pria itu masih agak canggung menatap Nada. 

"Welcome." Balas Nada tersenyum tapi kemudian Ia tak tahu harus berbuat apa karena pria itu masih menatapnya. "A-Aku--"

"Ah! S-sorry! Sorry!" Balas pria itu kembali tersentak dari lamunannya. "Duluan." Ucapnya berlalu dari hadapan Nada.

Nada lekas mengambil buku tahunan itu dan mengecek sesuatu di sana. Ia menutup mulutnya tak percaya ketika menyadari siapa pria yang bicara dengannya tadi.

"Raga Mumbara Dewantara-- RAGA??" Ia hendak menatap ke arah pria tadi namun sosoknya sudah menghilang dan berganti dengan sosok pria lain yang tengah berjalan ke arahnya lalu berhenti tepat di hadapannya.

Nada mematung di tempatnya, menatap pria itu dari ujung kaki hingga wajahnya. 

 

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
[COMPLETED] SENARUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang