021: Buku Tahunan 2008

399 56 1
                                    

6:30 WIB

Raga bercermin di kaca lemari kamarnya sembari merapikan kemejanya, bersiap untuk beraktivitas.

Matanya tak sengaja tertuju pada memo yang Ia temukan pagi tadi ketika bangun tidur:

Hai Ga, maaf nggak bangunin kamu sebelumnya karena kamu capek banget semalem.

Aluna bangun pagi banget tadi jadi aku mau ajak dia jalan-jalan pagi, dan aku ajak pulang ke rumah.

Nggak apa-apa kan? Kamu bisa cek ke rumah kok nanti sebelum berangkat kerja, just in case kamu khawatir. I want to spend a day with her, selama kamu kerja.

Anggep aja sebagai ucapan makasih aku karena kamu udah nolongin aku dari Banyu semalem.

I think you deserve a quality time for yourself, nanti kabarin aja kalau mau jemput Aluna. Aku selalu ON kok.

Have a good day, Raga ~^^

- Alea -

Raga terdiam selama beberapa saat menatap memo tersebut. Sudah hal biasa baginya membiarkan Alea mengajak Aluna pergi.

Terkadang, kedua orang tua Alea, yang juga sudah begitu mengharapkan cucu, sering memintanya untuk membawa Aluna berkunjung.

Namun karena kesibukannya belakangan ini, sulit baginya untuk membawa Aluna pergi kemanapun, bahkan menemui orangtua Nada di Bandung, sekalipun.

Kehadiran Alea cukup meringankan bebannya karena gadis itu bisa merawat Aluna dengan baik dan keduanya juga cukup dekat satu sama lain.

Sesaat, Ia teringat ucapan Nada dua tahun lalu, ketika gadis itu tengah menjalani perawatan di bulan menjelang kelahiran Aluna.

Dua Tahun Lalu

"Hai..." Sapa Raga memasuki ruang rawat Nada.

Wanita itu tersenyum menyambut kedatangan sang suami.

"Maaf lama, aku pulang dulu mandi dan beresin semuanya," ucap Raga mendekati kasur rawat Nada dan duduk di kursi.

"How is it?" Gumamnya menggenggam tangan sang istri.

"Nggak banyak perubahan berarti. She kicked a bit...heheh.."

Raga tersenyum tipis sambil mengusap perut sang istri yang semakin membesar, "Udah nggak sabar ya kamu nak..."

Nada menatap lekat sang suami, "Is everything going to be okay?"

"Kamu tuh ngomong apa sih? Of course it is..."

"I'll save her...our baby," gumam Nada tersenyum tipis.

"Hei, I'll save you two, okay? Itu-- itu cuma diagnosa dokter, bukan berarti benar-benar akan terjadi. Stop mikir kayak gini...please."

Nada hanya tersenyum getir dan kembali menggenggam erat tangan Raga, "Alea gimana? Is she okay?"

Raga menghela nafas pelan, "Info yang kudenger dari Mama, dia udah mau jalanin terapi psikis."

"Syukurlah....she came to visit me yesterday...dan kita ngobrol banyak," Gumam Nada pelan.

[COMPLETED] SENARUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang