Coretan cerita cinta singkat tiga babak dalam sebuah buku tahunan usang tak bertuan
Senada Aluna Livia menerima paket berupa barang-barangnya semasa SMA, dari sang Ibu, tak lama setelah Ia pindah tempat tinggal: Sebuah kardus berisi peralatannya se...
Di lain tempat, Senaru duduk terdiam di meja kerja kamar apartemennya, menatap nanar buku tahunan usang di atas meja.
Sudah hampir sepuluh menit, Ia duduk diam di sana menatap buku usang itu sebelum kemudian pandangannya di arahkan nya pada sebuah foto frame yang terpajang rapi di atas meja kerjanya.
Ia mengambil frame foto tersebut dan mengusapnya lembut. Foto yang diambilnya sekitar tiga tahun yang lalu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tiga Tahun Lalu
"Ah bagus juga tempatnya."
Senaru tersentak dari lamunannya ketika mendengar ucapan sahabatnya, Hansel, partner nya yang bekerja sama dengannya mendirikan sebuah studio foto yang sudah berjalan selama dua tahun terakhir.
Hansel menoleh menatap sahabatnya itu heran, "Lo sakit?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Huh? Nggak kok..."
"Kenapa deh? Kan lo sendiri yang kepengen bantuin gue katanya. Ini client gue harusnya," Ujar Hansel.
"Nggak apa-apa," Balas Senaru keluar dari mobil, membawa kameranya, "Agak nervous aja," Ucapnya pelan yang tentu saja tak didengar Hansel.
"Yaudah yuk?" Ajak Hansel selepas Ia keluar dari mobil dan berjalan mendahului Senaru menuju sebuah tempat istirahat di sebuah taman terbuka yang cukup sepi kala itu karena mereka mengambil jadwal pemotretan saat weekday.
"Halo!" Sapa Hansel ramah menjabat tangan seorang gadis seusia mereka yang lekas menghampiri mereka, "Mbak Nada?"
"Nada," Sapa gadis itu ramah. Sesekali matanya menatap ke arah pria lainnya yang sejak tadi tertunduk di belakang Hansel.
"Ah ini, temen saya yang akan bantuin saya hari ini! Ru!" Tegur Hansel menarik pelan Senaru agar memperkenalkan dirinya.
"Senaru?" Tanya Nada cukup terkejut ketika melihat kehadiran pria itu di sana.
"H-Hai Ra?" Gumam pria itu canggung.
"Kalian kenal??"
"Ah...kita satu sekolah dulu," Balas Nada tersenyum pada Hansel.