23:00 WIB
Senaru tiba di kamarnya setelah mengantar pulang Senada. Ia hendak melepas jaketnya namun kemudian Ia sadar akan sesuatu.
"Huh?" Pria itu meraba-raba tubuhnya sendiri dan kemudian teringat jika jaket jeans miliknya masih berada pada Senada.
Ia tak sadar jika gadis itu memakainya sejak tadi dan mungkin Ia juga lupa untuk mengembalikannya.
Drrt--
Di saat bersamaan, handphone miliknya berbunyi, "Halo?"
"Udah sampe?"
"Udah...hei, jaketku--"
"Aman, ada di rumah! Biar ku cuci dulu."
Senaru menghela nafas pelan, "Kamu sengaja kah?"
"Ya maaf...namanya lupa. Aku cuci malem ini jadi kamu bisa ambil besok."
"Simpen aja dulu, besok aku nggak bisa," ucap Senaru naik ke atas kasurnya dan merebahkan dirinya di sana, "Ada proyek di 717 jadi aku harus ke sana."
"Ya pulangnya kan bisa... Emang kamu mau seharian banget ngobrol sama ABG-ABG itu?? Nggak usah lama-lama lah! Ntar mereka naksir kamu."
Senaru menatap heran layar handphonenya sejenak sebelum kembali menempelkannya di daun telinganya, "What's with your tone? Kamu cemburu kah?"
"I am! Aku nggak mau ya punya saingan!"
"They're teenagers??"
"So what? Anak sekarang tuh nggak ada takutnya."
Senaru memejamkan matanya sejenak dan menghela nafas pelan, "Why are you acting like we're a couple?"
"Ya masa depan kan nggak ada yang tahu lagi...siapa tahu jadi beneran, aamiinin aja kalo aku sih."
"Ya kalau besok nggak bisa ya nggak apa-apa! Lusa weekend! Lebih baik malah, jadi bisa malmingan haha! Ya udah aku cuci dulu! Santai aja jaket kamu aman kok sama aku!"
"Oh iya satu lagi! Kayaknya senin depan aku mau ketemu Mas Raga lagi, for on-site check."
"Terus hubungannya sama aku apa?"
"Ya siapa tahu aja kan..."
"Apa?"
"Kamu cemburu."
"Hei--"
"Byeee Naru! Met malem! Met bobo, met mimpi indah! See you on weekend!"
Clik!
Senaru menatap heran layar handphonenya. Baginya, Senada adalah spesies manusia teraneh yang pernah ditemuinya seumur hidupnya.
Tapi anehnya, sikap gadis itu tak membuatnya risih karena Senada bukan tipikal wanita agresif yang akan membombardirnya dengan pesan-pesan singkat basa-basi seperti menanyakan 'sedang apa' atau sudah makan atau belum.
Tapi sekali Ia berbicara, gadis itu mampu membuatnya bungkam seribu bahasa karena Ia tak tahu harus merespon apa.
Senada is unexpectedly witty, dan hal itu membuat Senaru selalu mencoba mengantisipasi jawaban-jawaban apa yang harus Ia berikan pada gadis itu.
Tapi sayangnya, hal itu tak pernah mempan untuk Senada.
"Raga dipanggil mas...padahal kita seumuran..." Sungut Senaru meletakkan handphonenya begitu saja sebelum bangkit dari kasurnya untuk berganti baju.

KAMU SEDANG MEMBACA
[COMPLETED] SENARU
RomanceCoretan cerita cinta singkat tiga babak dalam sebuah buku tahunan usang tak bertuan Senada Aluna Livia menerima paket berupa barang-barangnya semasa SMA, dari sang Ibu, tak lama setelah Ia pindah tempat tinggal: Sebuah kardus berisi peralatannya se...